Berita Nasional Terkini
Upaya Pelaku Hilangkan Jejak Usai Siram Air Keras ke Andrie Yunus, Ganti Baju dan Buang Barang Bukti
Upaya pelaku hilangkan jejak usai siram air keras ke Andrie Yunus, ganti baju dan buang barang bukti.
TRIBUNKALTIM.CO – Penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menemukan fakta baru.
Berdasarkan analisis rekaman kamera pengawas (CCTV, atau Closed Circuit Television, adalah sistem kamera yang merekam aktivitas di area tertentu untuk tujuan keamanan), polisi menduga para pelaku tidak sekadar melarikan diri, tetapi juga berusaha menghapus jejak agar sulit dikenali.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa salah satu pelaku terekam berganti pakaian saat kabur.
“Bisa jadi menghilangkan jejak atau juga terkena cairan tersebut,” kata Budi, Selasa (14/3/2026).
Baca juga: 4 Anggota TNI Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus Ditahan, Berasal dari BAIS TNI
Ganti baju hingga tinggalkan barang bukti
Selain berganti pakaian, pelaku juga diduga membuang sejumlah barang untuk menghapus jejak.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan wadah yang digunakan untuk membawa cairan serta sebuah helm yang diduga milik pelaku.
Langkah ini diduga dilakukan untuk menghilangkan barang bukti yang dapat mengarah pada identitas pelaku.
Berpencar ke berbagai arah
Rekaman CCTV juga menunjukkan para pelaku melarikan diri dengan cara berpencar.
Dari dua sepeda motor yang digunakan, salah satunya bergerak ke arah Senen melalui Jalan Kramat Raya.
Sementara motor lainnya menuju kawasan Jakarta Timur melalui Jalan Pramuka hingga Otista.
Setelah itu, para pelaku diketahui menyebar ke sejumlah lokasi, mulai dari Kalibata, Pancoran, hingga Ragunan dan Pasar Minggu.
Bahkan, ada yang diduga melarikan diri hingga ke luar Jakarta, tepatnya ke Bogor.
Baca juga: Diisukan Terlibat Penyiraman Air Keras pada Andrie Yunus, TNI Inisiatif Selidiki Kasus
Terekam Puluhan CCTV
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin, menyebut pergerakan para pelaku terekam dalam 86 kamera CCTV dengan total 2.610 video berdurasi lebih dari 10.000 menit.
Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian.
Mereka sempat berkumpul di sekitar Stasiun Gambir, lalu bergerak menuju kawasan Menteng dan menunggu korban di sekitar SPBU Cikini sebelum melancarkan aksi di Jalan Salemba I-Talang.
| Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Disebut Sekadar Kenakalan, Ini Penjelasan Eks Kepala BAIS TNI |
|
|---|
| Apakah Guru Non-ASN Tak Boleh Mengajar Tahun 2027? Ini Penjelasan Kemendikdasmen |
|
|---|
| Profil Haerul Saleh, Anggota BPK RI yang Meninggal, Jadi Korban Kebakaran Rumahnya |
|
|---|
| Usai Polemik Sepatu Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Datangi KPK |
|
|---|
| Kemendagri Sarankan Jangan Pakai KTP Saat Check In di Hotel atau Masuk RS, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260318_Anggota-TNI-Pelaku-Penyiraman.jpg)