Berita Nasional Terkini
Prabowo Bangga Dijuluki Presiden Sawit, Ini Alasannya
Julukan “Presiden Sawit” belakangan ramai disematkan masyarakat kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Ringkasan Berita:
- Julukan “Presiden Sawit” diterima Prabowo dengan bangga, karena ia menilai sawit sebagai aset strategis Indonesia.
- Sawit dipandang sebagai sumber energi alternatif yang bisa mengurangi ketergantungan pada minyak impor.
- Prabowo mengingatkan masyarakat untuk mengurangi konsumsi BBM dan bersiap menghadapi dampak konflik global, khususnya perang Iran-AS-Israel yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia.
TRIBUNKALTIM.CO - Julukan “Presiden Sawit” belakangan ramai disematkan masyarakat kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Sebutan ini muncul karena kebijakan Prabowo yang dinilai memberi perhatian besar pada industri kelapa sawit, termasuk rencana menambah lahan perkebunan di berbagai wilayah.
Apalagi setelah Prabowo menyatakan akan menambah jumlah lahan perkebunan sawit di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Sumatera hingga Papua.
Baca juga: Prabowo Beber Alasan Indonesia Masuk Board of Peace, akan Keluar Jika Tak Untungkan RI dan Palestina
Alih-alih merasa tersinggung, Prabowo justru mengaku bangga dengan julukan tersebut.
Namun faktanya, julukan 'Presiden Sawit' ini justru tak membuat Prabowo keberatan. Ia bahkan bangga mendapat julukan tersebut.
"Saya diejek kan, ini 'Presiden Sawit.' Ya saya bangga jadi presiden sebuah negara penghasil kelapa sawit terbesar," kata Prabowo dalam acara diskusi bersama sejumlah tokoh di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026).
Sawit Bisa Hasilkan BBM
Prabowo menuturkan, kelapa sawit ini bisa diolah sebagai bahan bakar minyak (BBM) yang bermanfaat untuk transportasi kita.
Menurut Prabowo, dari kelapa sawit ini bisa diolah menjadi solar, avtur (bahan bakar pesawat), hingga bensin.
Dengan banyaknya penghasil kelapa sawit di Indonesia, Prabowo merasa kondisi Indonesia lebih baik daripada negara lainnya.
Baca juga: 4 Poin Pernyataan Prabowo terkait Board of Peace, Janji Keluar Jika tak Untungkan RI dan Palestina
Terlebih di tengah kondisi perang antara Iran vs Amerika Serikat (AS) dan Israel yang hingga kini masih belum usai.
"Karena dari kelapa sawit, kita bisa menghasilkan solar. Dari kelapa sawit bisa bensin juga, avtur dari kelapa sawit."
"Jadi we are in a better position than many countries," jelas Prabowo.
Efek Perang Iran vs AS-Israel
Prabowo menuturkan, selama setahun ke depan masyarakat harus waspada akan efek dari perang yang terjadi antara Iran, dan AS-Israel. Terutama efek pada ketersediaan BBM di dalam negeri.
Untuk itu Prabowo pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi BBM. Karena Prabowo menilai Indonesia tetap harus siap akan adanya kemungkinan terburuk.
Baca juga: Menkeu Purbaya Lagi Berhemat, Daftar Menteri Prabowo Pilih Tidak Gelar Open House Lebaran 2026
Terlebih yang terlibat konflik adalah Iran yang punya kendali atas Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan minyak dunia.
| Drone Bawah Laut Milik China Ditemukan di Lombok, Analis Soroti Celah Pertahanan Maritim Indonesia |
|
|---|
| Peradi Bersatu Beri Sinyal Kasus Ijazah Roy Suryo dkk Segera Disidangkan: Jokowi Butuh Keadilan |
|
|---|
| Maruarar Sirait Tegaskan Lahan Tanah Abang Milik KAI, Sengketa Masih Bergulir |
|
|---|
| Harga BBM Subsidi, Pertalite dan Solar Dipastikan Tidak Akan Naik, Bahlil: Insya Allah Selamanya |
|
|---|
| Sistem War Tiket Haji, Bagaimana Nasib yang Antre? MUI Ingatkan Soal Keadilan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260320_Prabowo-Subianto.jpg)