Iran Vs Amerika Memanas
Trump Percaya Diri Bisa Tumbangkan Mojtaba, Incar Sosok Ini Jadi Pemimpin Baru Iran
Donald Trump percaya diri bisa tumbangkan Mojtaba, incar sosok ini jadi pemimpin baru Iran.
Ringkasan Berita:
- Washington dikabarkan mempertimbangkan Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai figur potensial dalam skenario kepemimpinan Iran.
- Trump menyiapkan strategi suksesi dengan harapan adanya kesepakatan minyak, mencontoh pengalaman Venezuela.
- Skeptisisme muncul di kalangan sekutu Gedung Putih karena Iran dinilai lebih tangguh dan tidak mudah tunduk pada tekanan eksternal.
TRIBUNKALTIM.CO - Isu mengenai masa depan kepemimpinan Iran kembali menjadi perhatian internasional setelah laporan media Amerika Serikat menyebutkan adanya pembahasan internal di Washington terkait Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ghalibaf adalah Ketua Parlemen Iran yang dikenal memiliki pengaruh besar dalam politik domestik.
Menurut laporan Politico, sebagian kalangan di pemerintahan AS menilai Ghalibaf sebagai sosok yang berpotensi membuka jalur komunikasi baru dengan pemerintahan Donald Trump.
Untuk konteks, Politico adalah media berbasis di Washington yang kerap melaporkan isu politik dan kebijakan luar negeri.
Baca juga: Cegat Lebih dari 200 Target Udara, Garda Revolusi Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur AS
Sementara itu, istilah pemimpin tertinggi di Iran merujuk pada posisi yang saat ini dipegang oleh Ayatollah Ali Khamenei, jabatan paling berkuasa dalam struktur politik Iran.
“Dia adalah pilihan yang menarik,” kata seorang pejabat pemerintahan kepada Politico.
Meski demikian, para pejabat menegaskan bahwa Gedung Putih belum menetapkan pilihan pada satu tokoh tertentu dan masih mengkaji berbagai opsi yang tersedia.
“Dia salah satu yang paling berpengaruh. Tapi kita harus mengujinya, dan kita tidak bisa terburu-buru.”
Trump Siapkan Skenario Suksesi
Sementara itu, Presiden Donald Trump sebelumnya menyampaikan bahwa perubahan besar dalam kepemimpinan Iran kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat.
Presiden AS itu mengatakan akan ada "perubahan rezim yang sangat serius" di Iran.
Baca juga: Donald Trump Diduga Minta Bayaran Triliunan Dolar dari Negara Teluk, Perang Iran Lanjut atau Stop
Ia juga mengeklaim proses tersebut sudah mulai berlangsung seiring melemahnya struktur kepemimpinan lama.
“Mereka benar-benar baru memulai. Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim, tetapi kita berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat masuk akal, sangat solid,” katanya.
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa Trump disebut tidak ingin menyerang Pulau Kharg, yang merupakan pusat utama ekspor minyak Iran.
Hal ini karena ia berharap pemimpin berikutnya akan membuat kesepakatan mengenai minyak yang mirip dengan yang dibuat oleh Presiden interim Venezuela saat ini.
Praktik di Venezuela Bakal Diterapkan di Iran
Seorang pejabat menyebut pendekatan yang diinginkan Trump menyerupai skenario di Venezuela, ketika Wakil Presiden Delcy Rodriguez mengambil alih peran penting setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap.
| Popularitas Donald Trump Turun, 62 Persen Warga AS Tidak Puas dengan Kinerjanya |
|
|---|
| Memanas! Iran Siap-siap Gempur Armada AS yang Kawal Kapal di Selat Hormuz |
|
|---|
| Negara-negara yang Minta Bantuan AS, Trump Luncurkan Operasi Pembebasan Kapal di Selat Hormuz |
|
|---|
| Dua Kapal Tanker Iran Masuk Selat Lombok, Salah Satunya Bawa Minyak Rp 3,8 Triliun |
|
|---|
| Wacana Pajak Selat Hormuz Picu Ketegangan Baru, tak Bisa Disamakan dengan Terusan Suez dan Panama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260314_Minyak-Iran.jpg)