Iran Vs Amerika Memanas
Sosok 2 Pejabat Iran yang Dihapus AS-Israel dari Daftar Target, Donald Trump Minta Damai
Dua pejabat Iran dihapus dalam daftar target Amerika Serikat (AS) dan Israel, sebagai salah satu cara Donald Trump untuk meminta perdamaian
TRIBUNKALTIM.CO - Dua pejabat Iran dihapus dalam daftar target Amerika Serikat (AS) dan Israel.
AS dan Israel menghapus nama dua pejabat Iran itu dimaksudkan untuk menjajaki kemungkinan pembicaraan damai
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah dihapus dari daftar target hingga empat atau lima hari, seperti dikutip dari Wall Street Journal.
Baca juga: Syarat Iran untuk Kapal Nonmusuh Lintasi Selat Hormuz, Kapal Thailand Melintas, 2 Kapal Pertamina?
Para mediator dari Turkiye, Pakistan, dan Mesir mendesak para negosiator AS dan Iran untuk bertemu dalam beberapa hari ke depan guna membahas penghentian sementara perang untuk perundingan perdamaian.
Namun, peluang keberhasilannya disebut rendah karena ada kesenjangan besar antara tuntutan AS dan Iran.
AS telah memperingatkan bahwa waktu terus berjalan bagi Iran untuk datang ke meja perundingan.
Sebab, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, AS akan menyerang Iran lebih keras jika Teheran tidak setuju untuk mengakhiri konflik.
Baca juga: Imbas Perang AS-Israel dan Iran, Industri Penerbangan Filipina dan Vietnam Terancam Krisis BBM
Sejak dimulainya perang Iran, Israel telah menargetkan banyak pejabat Iran dalam serangkaian serangan udara, termasuk Ayatollah Ali Khamenei dan kepala keamanan Ali Larijani.
Israel mengatakan akan terus memburu para pemimpin Iran, sebagai bagian dari strategi pemenggalan kepala yang serupa dengan yang telah mereka lakukan terhadap Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon.
Sementara itu, militer AS memfokuskan serangannya pada fasilitas militer Iran dan ancaman rudal.
Trump sebelumnya mengatakan, serangan awal terhadap Iran sangat sukses sehingga menyingkirkan banyak calon penerus pemimpin Iran yang dapat diajak bernegosiasi.
Baca juga: Donald Trump Diduga Minta Bayaran Triliunan Dolar dari Negara Teluk, Perang Iran Lanjut atau Stop
“Kami membunuh seluruh pemimpin mereka, lalu mereka bertemu untuk memilih pemimpin baru, dan kami membunuh mereka semua,” kata Trump kepada wartawan, dilansir dari Kompas.com.
“Sekarang kita memiliki kelompok baru, dan kita dapat dengan mudah melakukan itu, tetapi mari kita lihat bagaimana hasilnya,” lanjutnya.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan, tidak ada rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat.
Menurutnya, Iran bermaksud untuk terus berjuang, meski Gedung Putih mengeklaim pembicaraan sedang berlangsung.
Baca juga: Iran Diberi Waktu 48 Jam untuk Segera Buka Selat Hormuz, Trump Ancam Hancurkan PLTU Terbesar
| Trump Sebut AS 'Seperti Bajak Laut' di Tengah Memanasnya Konflik Iran di Selat Hormuz |
|
|---|
| Trump Tolak Tawaran Damai Iran, Negosiasi Buntu dan Konflik Terancam Memanas |
|
|---|
| Iran Siap Lanjutkan Perundingan di Pakistan Jika AS Terima Proposal Baru |
|
|---|
| AS Ancam Beri Sanksi, Larang Kapal Internasional Bayar Pungutan Tol di Selat Hormuz ke Iran |
|
|---|
| Donald Trump Beri 2 Pilihan ke Iran, Kesepakatan atau Penghacuran untuk Akhiri Perang Selamanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260317_Presiden-Amerika_Donald-Trump_lakukan-apa-saja-untuk-Kuba.jpg)