Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Harga Tiket Pesawat di Asia Naik Imbas Lonjakan Bahan Bakar Jet, Ini Daftarnya

Sejumlah maskapai penerbangan di Asia mulai menaikkan tarif tiket pesawat seiring melonjaknya harga bahan bakar jet akibat konflik di Timur Tengah.

Editor: Heriani AM
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
HARGA TIKET PESAWAT - Ilustrasi maskapai penerbangan, pesawat terbang melintasi di atas permukaan bumi Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada 7 Mei 2024 pagi. Sejumlah maskapai penerbangan di Asia mulai menaikkan tarif tiket pesawat seiring melonjaknya harga bahan bakar jet akibat konflik di Timur Tengah. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO) 

Ringkasan Berita:
  • Harga bahan bakar jet melonjak lebih dari dua kali lipat imbas konflik Timur Tengah, bikin maskapai Asia ramai-ramai naikkan tarif tiket.
  • Maskapai seperti Singapore Airlines, Cathay Pacific, hingga AirAsia X sudah menaikkan harga, bahkan ada yang tambah biaya hingga 34 persen.
  • Indonesia belum resmi naikkan tarif, namun INACA usulkan kenaikan hingga 15 persen seiring tekanan biaya energi yang terus meningkat.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah maskapai penerbangan di Asia mulai menaikkan tarif tiket pesawat seiring melonjaknya harga bahan bakar jet akibat konflik di Timur Tengah.

Gangguan pasokan minyak global, terutama di jalur strategis Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang memicu kenaikan biaya operasional industri penerbangan.

Maskapai seperti Singapore Airlines dan Scoot telah lebih dulu menyesuaikan tarif di seluruh jaringan penerbangan mereka.

Langkah serupa juga diambil oleh sejumlah maskapai di kawasan Asia lainnya sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar yang signifikan.

Baca juga: Amerika Kirim Sinyal Akhiri Perang dengan Iran, Donald Trump: Harga Minyak Melonjak Lebih Tinggi

Para analis penerbangan mengatakan maskapai penerbangan dan bandara di Asia sangat terpukul karena sebagian besar minyak yang melewati Selat Hormuz yang terblokir ditujukan untuk pasar Asia

Beberapa maskapai penerbangan telah menangguhkan penerbangan ke wilayah tertentu sebagai bagian dari efisiensi.

Namun dampaknya diperkirakan akan lebih parah jika perang masih berlanjut.

Pesawat mana saja yang akan menaikkan tiket pesawat?

  • Singapura: Juru Bicara SIA mengatakan kepada CNA, Sabtu (28/3/2026), bahwa maskapai penerbangan nasional Singapura dan Scoot telah menaikkan tarif penerbangan di seluruh jaringan mereka sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar jet.
  • Hong Kong: Maskapai penerbangan nasional Hong Kong, Cathay Pacific, mengumumkan pada hari Kamis (26/3/2026) bahwa mereka akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar untuk semua penerbangan sebesar 34 persen mulai 1 April, dan akan meninjaunya setiap dua minggu.
  • Thailand: Maskapai penerbangan Thailand, Thai Airways mengatakan akan menaikkan tarif sebesar 10 persen hingga 15 persen untuk mengatasi kenaikan biaya bahan bakar. Maskapai penerbangan bertarif rendah juga menaikkan harga.
  • Malaysia:  Maskapai penerbangan bertarif rendah Malaysia, AirAsia X, mengatakan bahwa mereka telah melakukan penyesuaian tarif di seluruh jaringannya menyusul kenaikan harga bahan bakar jet dan menyebut langkah tersebut sebagai sementara.
  • Filipina: Maskapai penerbangan murah Filipina, Cebu Pacific, mengatakan bahwa untuk beberapa bulan ke depan hingga Mei, mereka telah menaikkan tarif sebesar 20 hingga 26 persen karena lonjakan harga bahan bakar. 
  • Vietnam: Belum ada informasi maskapai Vietnam menaikkan tiket pesawat. Namun Vietnam akan mengurangi penerbangan domestik karena kekurangan bahan bakar jet.

Baca juga: Profil 2 Kapal Pertamina yang Belum Bisa Melintasi Selat Hormuz, Kemlu: Iran Beri Tanggapan Positif

Dampak perang di Timur Tengah terhadap maskapai penerbangan di kawasan Asia bisa sangat parah, kata Mayur Patel, pemimpin urusan komersial dan industri regional untuk Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika sekaligus konsultan penerbangan OAG Aviation.

Selat Hormuz, yang praktis tidak dapat dilalui, mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. 

Dari minyak mentah yang melewati selat tersebut, 84 persen ditujukan untuk pasar Asia.

Bahan bakar jet dimurnikan dari minyak mentah.

“Asia memperoleh sebagian besar kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah dan telah lebih terpengaruh daripada wilayah lain oleh penutupan selat yang efektif,” kata  Patel.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari maskapai penerbangan di Indonesia yang akan menaikkan tarif tiket pesawat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved