Sabtu, 9 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Babak Baru Perang Timur Tengah, Kapal Serbu Amfibi USS Tripoli Bawa Pasukan AS Menuju Daratan Iran

Konflik Timur Tengah memasuki babak baru, Amerika Serikat (AS) dikabarkan siap mengerahkan pasukannya langsung ke wilayah Iran.

Tayang:
X/U.S. Central Command
INVASI DARAT - Kapal serbu amfibi USS Tripoli, telah tiba di kawasan Timur Tengah, pada Jumat (27/3/2026). Amerika diduga tengah menyiapkan serangan langsung ke daratan Iran. (X/U.S. Central Command) 

TRIBUNKALTIM.CO - Konflik Timur Tengah memasuki babak baru, Amerika Serikat (AS) dikabarkan siap mengerahkan pasukannya langsung ke wilayah Iran.

Invasi darat AS ini didukung dengan kapal serbu amfibi USS Tripoli, yang telah tiba di kawasan Timur Tengah, pada Jumat (27/3/2026).

Kedatangan USS Tripoli ini menimbulkan spekulasi bahwa AS akan segera melakukan penyerbuan langsung ke wilayah Iran.

Baca juga: Iran dapat Bala Bantuan, Houthi Yaman Luncurkan Serangan Pertama ke Wilayah Israel

Dikutip dari AFP, Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan, kapal yang biasanya berbasis di Jepang itu mengangkut sekitar 3.500 Marinir dan pelaut.

USS Tripoli juga membawa pesawat angkut dan pesawat tempur serang, serta aset serbu amfibi dan taktis.

Unggahan tersebut menampilkan empat gambar, termasuk satu gambar yang menunjukkan beberapa helikopter Seahawk di dek kapal.

Ada juga beberapa pesawat Osprey yang biasanya digunakan untuk transportasi personel.

Baca juga: Iran dan AS Pilih Pakistan Jadi Mediator, Indonesia Tersingkir? Ini Analisis Pengamat

Gambar lainnya menunjukkan pesawat tempur F-35.  

Pentagon kini sedang mempersiapkan rencana operasi darat selama beberapa minggu di Iran.

Operasi darat ini berpotensi mencakup serangan terhadap Pulau Kharg dan lokasi pesisir di dekat Selat Hormuz, meskipun Presiden Donald Trump belum menyetujui pengerahan pasukan apa pun.

Dilansir dari Kompas.com, menurut Washington Post, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, operasi darat apa pun tidak akan sampai pada invasi skala penuh. 

Baca juga: Iran Ancam Blokir Selat Bab al-Mandeb, Dampaknya Bisa Guncang Pasokan Minyak Dunia

Namun, invasi itu hanya melibatkan serangan oleh pasukan operasi khusus dan pasukan infanteri konvensional.

Kedatangan kelompok Tripoli ini terjadi bersamaan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio  yang menyebut Washington dapat mencapai tujuannya di Iran tanpa mengerahkan pasukan darat.  

Namun, Presiden AS Donald Trump bersikap ambigu mengenai masalah ini selama berminggu-minggu.

Beberapa media AS melaporkan bahwa ia sedang mempertimbangkan gagasan untuk segera mengirim setidaknya 10.000 tentara ke Timur Tengah.

Sementara, Iran sendiri dilaporkan telah mempersiapkan diri sistem pertahanan dan memindahkan personel militer ke Pulau Kharg beberapa pekan terakhir.

Menurut sumber-sumber tersebut, Iran juga telah memasang jebakan termasuk ranjau di sekitar pulau itu dan garis pantainya, tempat pasukan AS mungkin dapat melakukan pendaratan amfibi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved