Jumat, 8 Mei 2026

Ijazah Jokowi

Rismon Sianipar Sampaikan Pesan ke Roy Suryo dan Dokter Tifa: Cari Ahli Lain yang Sejalan

Rismon Sianipar setuju Restorative Justice dan keluar dari kelompok RRT, menegaskan keputusannya murni independen tanpa intervensi.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Tribunnews.com/Reynas Abdila
IJAZAH JOKOWI - Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar menanggapi pernyataan Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Ova Emilia terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat akan diperiksa di Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025). Kasus tudingan ijazah palsu yang menyeret nama eks Presiden ke-7 RI Joko Widodo memasuki babak baru setelah salah satu tersangka, Rismon Hasiholan Sianipar, resmi menempuh jalur damai melalui restorative justice (RJ). (Tribunnews.com/Reynas Abdila) 

Ringkasan Berita:
  • Rismon Hasiholan Sianipar setuju Restorative Justice dan keluar dari kelompok RRT, menegaskan keputusannya murni independen tanpa intervensi.
  • Ia mengakui ada aroma kepentingan politik dalam polemik ijazah Joko Widodo dan memilih tidak terlibat lebih jauh.
  • Rismon revisi penelitiannya dan berharap SP3, usai minta maaf langsung ke Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus tudingan ijazah palsu yang menyeret nama eks Presiden ke-7 RI Joko Widodo memasuki babak baru setelah salah satu tersangka, Rismon Hasiholan Sianipar, resmi menempuh jalur damai melalui restorative justice (RJ).

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Polda Metro Jaya pada awal April 2026 dan sekaligus menandai sikap Rismon yang memilih keluar dari kelompok RRT (Roy, Rismon, Tifa).

Ia menegaskan keputusan tersebut diambil secara independen tanpa intervensi pihak mana pun.

“Dengan keluarnya saya dari RRT, saya mengatakan bahwa itu murni independensi saya sebagai peneliti," tutur Rismon.

Baca juga: Ini Nama 9 Purnawirawan Jenderal TNI yang Gugat Polda Metro Jaya Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rismon menyebut dirinya tidak memiliki kewajiban untuk berkoordinasi dengan pihak lain, termasuk Roy Suryo maupun Dokter Tifa

Seluruh kontribusi dalam buku yang sebelumnya dibahas merupakan hasil kerja independen masing-masing pihak.

“Saya tidak wajib, tidak harus untuk memberitahu Pak Roy Suryo maupun Bu Tifa. Karena masing-masing yang ada di buku JWP, sekali lagi saya tekankan, masing-masing itu adalah pekerjaan independen tanpa ada koordinasi apapun, sekecil apapun tidak ada koordinasi," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar penelitian tidak ditarik ke arah kepentingan politik.

Alumni Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1998 itu mengaku mencium adanya kepentingan politik dalam polemik tersebut dan tidak ingin menjadi bagian dari hal itu.

“Saya punya alasan untuk saya menyatakan bahwa ada, saya mencium aroma yang kuat, ini untuk kepentingan politik. Makanya saya tidak mau jadi korban, saya tidak mau jadi korban eksploitasi," terangnya.

Baca juga: Tidak Ada Kata Damai! Pelapor Kasus Ijazah Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

Terkait perbedaan pandangan, Rismon menyampaikan salam perpisahan kepada mantan koleganya termasuk Roy Suryo dan Dokter Tifa.

Rismon meminta agar Roy Suryo dan Dokter Tifa mencari ahli yang sependapat.

“Kalau ada pihak-pihak misalnya Pak Roy Suryo atau Bu Tifa yang mengatakan ini itu, silahkan cari ahli lain, nanti kita berargumentasi secara ilmiah dengan beradab. Mungkin mereka akan menemukan Rismon lain yang setuju dengan pendapat mereka," bebernya.

Ia memastikan tengah menyusun revisi hasil penelitiannya dengan memasukkan variabel tambahan seperti resolusi, geometri, dan pencahayaan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved