Minggu, 19 April 2026

Berita Nasional Terkini

Viral Seruan Saiful Mujani ‘Gulingkan Prabowo’, Hasan Nasbi Balas Menohok Singgung 'Isi Perut'

Reaksi muncul setelah pidato pendiri SMRC, Saiful Mujani, viral di media sosial. Hasan Nasbi menjadi salah satu yang paling vokal merespons.

Editor: Syaiful Syafar
YOUTUBE/SOCIOCORNER/HASAN NASBI
PIDATO VIRAL - Foto kolase tangkap layar Saiful Mujani (kiri) dan Hasan Nasbi (kanan). Hasan Nasbi bereaksi keras menanggapi pidato Saiful Mujani yang viral yang berisi seruan untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto. (YOUTUBE/SOCIOCORNER/HASAN NASBI) 

TRIBUNKALTIM.CO - Gelombang polemik muncul setelah pidato pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, viral di media sosial.

Dalam sebuah forum Halal Bihalal bertajuk "Sebelum Pengamat Ditertibkan" di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026), Saiful Mujani secara terbuka menyerukan konsolidasi untuk "menjatuhkan" Presiden RI Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut langsung menuai perhatian luas karena dinilai keras dan tidak biasa, apalagi disampaikan dalam forum yang identik dengan suasana silaturahmi.

Saiful Mujani: Prabowo hanya Bisa Dijatuhkan

Dalam pidatonya, Saiful Mujani menilai kepemimpinan Prabowo Subianto tidak menunjukkan sikap presidential meski telah menjabat lebih dari satu tahun.

Ia juga menyoroti sikap pemerintah yang dianggap tertutup terhadap kritik.

Lebih jauh, Saiful Mujani menyatakan bahwa upaya menjatuhkan presiden tidak mungkin ditempuh melalui jalur formal seperti pemakzulan di DPR atau MPR.

Ia bahkan menyebut presiden tidak bisa dinasihati, melainkan hanya bisa "dijatuhkan".

Pernyataan inilah yang kemudian memancing berbagai reaksi, termasuk dari tokoh pemerintah.

Baca juga: Viral Ajakan Jatuhkan Presiden Sebelum 2029, Direktur Median: Bahayakan Demokrasi

Hasan Nasbi: Halal Bihalal kok Diisi Provokasi

Mantan Kepala Kantor Kepresidenan yang kini menjabat Komisaris Pertamina, Hasan Nasbi, menjadi salah satu yang paling vokal merespons.

Lewat kanal YouTube pribadinya, Hasan Nasbi mengaku merasa miris saat menyaksikan pidato tersebut, terlebih karena disampaikan dalam momen Halal Bihalal.

Ia menilai forum yang seharusnya menjadi ajang mempererat persatuan justru digunakan untuk menyampaikan pidato provokatif. 

"Ini bukan sekadar kritik, ini ajakan yang melampaui batas," tegasnya.

Demokrasi Versi "Isi Perut"

Hasan Nasbi kemudian melontarkan kritik yang lebih tajam.

Ia menyebut ada kelompok yang mengaku pejuang demokrasi, namun memaknai demokrasi secara sempit, hanya berdasarkan kepentingan pribadi.

Menurutnya, ketika keinginan mereka terpenuhi, demokrasi dianggap berjalan baik.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved