Jumat, 15 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

PDIP Respons Pernyataan Noel soal 'Banteng Diburu Anjing Liar', Guntur: Terima Kasih Peringatannya

Politisi Mohamad Guntur Romli menanggapi pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel

Tayang:
Dok Kemnaker
BANTENG DIBURU ANJING - Immanuel Ebenezer, ketima masih menjabat sebagai Wamenaker. Politisi Mohamad Guntur Romli menanggapi pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, yang mengingatkan PDIP terkait situasi hukum yang disebutnya sebagai “perburuan” terhadap kader partai. (Dok Kemnaker) 
Ringkasan Berita:
  • Politisi Mohamad Guntur Romli merespons pernyataan Immanuel Ebenezer soal dugaan “perburuan” kader PDIP dengan menyampaikan apresiasi. 
  • Ia mengaku PDIP juga merasakan tekanan sejak berada di luar pemerintahan dan menilai hal tersebut sebagai risiko dalam menjalankan fungsi checks and balances. 
  • Meski demikian, PDIP menegaskan tetap konsisten menjalankan peran sebagai penyeimbang dalam demokrasi.

TRIBUNKALTIM.CO - Politisi Mohamad Guntur Romli menanggapi pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, yang mengingatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait situasi hukum yang disebutnya sebagai “perburuan” terhadap kader partai.

Alih-alih menepis, Guntur justru menyampaikan apresiasi atas peringatan tersebut.

Ia mengaku PDIP juga merasakan kondisi serupa sejak memutuskan berada di luar pemerintahan.

Noel sebelumnya mengingatkan PDIP soal kader-kadernya yang tengah diburu 'anjing liar.'

Baca juga: Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Keluarga Eks Wamenaker Noel Berencana Minta Pengalihan Tahanan

Hal ini merujuk pada aparat penegak hukum.

Pernyataan tersebut diungkap Noel setelah menjalani sidang kasus dugaan korupsi pemerasan dan gratifikasi sertifikasi K3 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

"Juga saya ingin sampaikan ke kawan-kawan PDIP, kader-kader PDIP sekarang lagi diburu oleh 'anjing-anjing liar.'"

"Banteng sedang diburu oleh 'anjing-anjing liar,'" kata Noel di PN Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Fakta Baru Sidang Wamenaker Noel: Rekening Anak Buah Jadi Penampung, Dibeli Emas 300 Gram

Menanggapi peringatan Noel, Guntur Romli mengungkapkan terima kasihnya kepada eks Wamenaker itu.

Guntur bahkan mengakui memang sejak PDIP memutuskan untuk berada di luar pemerintahan, banyak yang memberikan peringatan seperti yang disampaikan Noel tersebut.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada bung noel atas peringatannya."

"Kami juga merasakan bahwa sejak PDI Perjuangan memantapkan diri menjadi kekuatan politik di luar Pemerintahan dan menjadi kekuatan penyeimbang memang banyak peringatan seperti itu," kata Guntur Romli dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Noel Bantah Kena OTT KPK, Mengaku Hanya Dipanggil

Guntur menegaskan, selama ini PDIP hanya menjalankan mekanisme demokrasi.

Ada partai yang berada di dalam pemerintahan, ada juga yang berada di luar pemerintahan seperti PDIP ini.

Hal itu diperlukan agar mekanisme checks and balances (sistem pengawasan dan keseimbangan) dalam pemerintahan.

"Padahal kami hanya menjalankan mekanisme demokrasi bahwa ada yg di dalam, ada yg di luar, agar ada mekanisme checks and balances," ungkap Guntur.

Baca juga: Noel Ebenezer Klaim Punya Info A1 soal Purbaya, Analis: Itu Strategi Komunikas

Lebih lanjut Guntur juga mengakui bahwa PDIP memang merasakan adanya risiko politisasi dan kriminalisasi dengan kasus hukum.

Guntur lantas mengungkit kembali kasus hukum yang menimpa Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

PDIP meyakini, apa yang menimpa Hasto kemarin berkaitan dengan sikapnya yang keras mengkritisi penyalahgunaan kekuasaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Serta terkait dengan keputusan memecat Jokowi dari PDIP.

Baca juga: Noel Ebenezer Singgung Partai Inisial K dan Ormas Nonagama Jelang Sidang Kasus Sertifikat K3

"Resiko Politisasi dan kriminalisasi dengan kasus hukum seperti yg disampaikan Bang Noel memang terasa."

"Kasus yg menimpa Sekjen kami Bapak Hasto Kristiyanto juga kami yakini karena modus tersebut. karena sikapnya yg keras mengkritisi penyalahgunaan kekuasaan oleh Jokowi dan memecat Jokowi," tegas Guntur.

Guntur juga mengaku ada yang menyampaikan soal kriminalisasi yang terjadi secara masif ke kader PDIP.

Baik kader yang ada di dewan hingga yang menjadi kepala dan wakil kepala daerah.

Baca juga: Lonjakan Kekayaan Immanuel Ebenezer, KPK: Noel Akui Terima Gratifikasi Selain Pemerasan Sertifikasi

Disamping itu semua, Guntur menegaskan PDIP akan tetap konsisten untuk menjaga mekanisme checks and balances.

"Bahkan ada yg menyampaikan ke kami akan ada kriminalisasi secara masif ke kader kami. Baik yang ada di dewan hingga yang menjadi kepala dan wakil kepala daerah. Kalau PDI Perjuangan tetap konsisten menjaga mekanisme checks and balances," imbuh Guntur.

Sempat Peringatkan Menkeu Purbaya

Terdakwa dalam kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi K3 sekaligus mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan, alias Noel angkat bicara soal ucapannya beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan 'dinoelkan'.

Baca juga: Parpol Inisial K Terlibat Kasus Pemerasan K3 Kemenaker, Noel Ebenezer: 1 Partai dan 1 Ormas

Menurutnya ucapannya tersebut sudah terbukti.

"Kan waktu itu udah kan, orang Bea Cukai sudah ditangkap-tangkapin," kata Noel kepada awak media di PN Tipikor Jakpus, Jumat (6/3/2026).

Ia menerangkan polanya sama seperti perkaranya, mulai dari bawah.

"Kan polanya dari bawah dulu, emang saya ditangkap dari mana? Polanya kan dari bawah dulu," ucap Noel.

Baca juga: Parpol Inisial K Terlibat Kasus Pemerasan K3 Kemenaker, Noel Ebenezer: 1 Partai dan 1 Ormas

Eks Wamenaker tersebut mengatakan sinyal Purbaya akan dinoelkan sudah ada.

"Sebenarnya sinyal itu sudah kok, tinggal selangkah lagi, sejengkal lagi Pak Purbaya (dinoelkan)," tandasnya.

Sebelumnya Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel 'Noel' Ebenezer mengklaim mendapat informasi terpercaya atau A1 bahwa terdapat pihak yang mengincar Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Noel menuturkan, bahwa berdasarkan informasi yang ia peroleh, Purbaya akan bernasib sama dengan dirinya yakni terbelit kasus korupsi.

Baca juga: Noel Ebenezer Geram Respons Menkeu Purbaya soal Di-Noel-kan, Singgung Pejabat Bukan Orang Suci

"Dan juga pesan nih buat Pak Purbaya. Modusnya hampir sama semua, hati-hati Pak Purbaya. Sejengkal lagi nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di Noel-kan'. Hati-hati tuh Pak Purbaya," kata Noel, PN Tipikor Jakarta, Senin (26/1/2026).

Menurut Noel, bahwa nasib Purbaya akan sama seperti dirinya lantaran terdapat pihak atau ia sebut sebagai bandit yang merasa terganggu dengan kebijakan yang diambil Menkeu selama ini.

Lebih lanjut kata Noel, bahwa kebijakan Purbaya itu telah mengganggu pesta daripada para bandit yang dia maksud.

"Siapapun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya, kasihan pak Purbaya. Ada pesta yang terganggu," katanya.

"Apalagi beliau sidak-sidak barang-barang selundupan. Iya (terkait kebijakan) kan saya mirip-mirip dengan pak Purbaya. Siapapun yang pejabat eksekutif yang membangun yang berprestasi siap-siap aja digigit anjing liar," sambungnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Noel Ungkap Sinyal Menkeu Purbaya akan ‘Dinoelkan’, Singgung Penangkapan di Bea Cukai

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Noel Ebenezer Ingatkan PDIP Sebut 'Banteng Lagi Diburu Anjing Liar', Guntur Romli: Kami Juga Rasakan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved