Jumat, 15 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Jokowi Dulu Bukanlah yang Sekarang, 'Jokowi Effect' Bumerang Bagi PSI?

"Keberpihakan" Joko Widodo (Jokowi) terhadap PSI jadi tantangan tersendiri bagi partai baru tersebut

Tayang:
Kanal YouTube Partai Solidaritas Indonesia
EFEK JOKOWI - Jokowi di Rakernas PSI, Makassar, 31 Januari 2026. "Keberpihakan" Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dinilai akan menjadi tantangan tersendiri bagi partai besutan Kaesang Pangarep tersebut. (Kanal YouTube Partai Solidaritas Indonesia) 

TRIBUNKALTIM.CO - "Keberpihakan" Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dinilai akan menjadi tantangan tersendiri bagi partai besutan Kaesang Pangarep.

Bahkan, Jokowi effect yang digadang-gadang mampu mendongkrak capaian PSI, justru bisa berbalik sebaliknya.

Hal itu dibeber Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

Baca juga: Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Pengamat sebut Ambisi dan Agenda Selamatkan PSI

Ia menilai Jokowi effect dalam kontestasi tidak akan sama dengan masa-masa sebelumnya.

Sebab, sentimen publik terhadap Jokowi kini berbeda yang akan menjadi tantangan bagi PSI.

Masyarakat, kata Pangi, kini mengkritisi dan mengevaluasi hasil kerja dari Jokowi selama 10 tahun terakhir.

"Justru hari ini orang memaki, men-downgrade dan mencaci Jokowi di media sosial. Jadi kita lihat nanti namanya usaha ya, enggak apa-apa namanya keyakinan usaha, coba saja, semoga berhasil," ujar Pangi, dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: PSI Tetapkan Jokowi sebagai Patron Politik Partai, Siap Menangkan Pemilu 2029

Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa Jokowi masih memiliki kesaktian bagi PSI maupun kelompok Projo.

Namun ia mengingatkan, memanfaatkan nama Jokowi bukan jaminan untuk mendapatkan hal yang maksimal dalam pemilihan umum (pemilu).

Ia berkaca kepada PSI pada Pemilu 2024 yang mengusung "Jokowisme", tetapi gagal memenuhi ambang batas parlemen dan gagal ke DPR.

"(PSI waktu itu belum lolos) Karena mungkin Jokowinya belum turun gunung. Nah, katanya sekarang Jokowi mau langsung kampanye 24 jam tanpa tidur dari Sabang sampai Merauke. Menyapa, menyalami, bertatap muka ketemu sama masyarakat Indonesia," ujar Pangi.

Baca juga: Bukan Projo, PSI Atur Jokowi Keliling Indonesia, Bestari Barus sebut Projo Itu Bukan Pro Jokowi

Meski begitu, ia melihat bahwa PSI maupun Projo masih bergantung terhadap nama Jokowi untuk mendongkrak suara.

"Sejauh yang kita cermati kan merasa Jokowi effect itu lebih besar daripada Projo maupun PSI effect, sehingga memang ketergantungan PSI sama Projo ke Jokowi kan masih kuat, relatif masih tinggi,” kata Pangi.

Jokowi Siap Menangkan PSI

Sebelumnya, Jokowi menyatakan kesiapan dan kesanggupannya turun ke masyarakat hingga tingkat kecamatan demi memenangkan PSI.

Baca juga: Grace Natalie Minta PSI Tidak Dilibatkan dalam Polemik Video Ceramah Jusuf Kalla

Hal itu dilakukan Jokowi untuk membangun serta memperkuat jaringan dan struktur PSI hingga lapisan bawah masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved