Program Makan Bergizi Gratis
Purbaya Akui Kecolongan Pengadaan 21.800 Motor Listrik BGN, Anggaran Dihentikan
Purbaya mengungkapkan, pengadaan sekitar 21.800 unit motor listrik untuk operasional SPPG baru diketahui setelah proses berjalan.
Ringkasan Berita:
- Purbaya Yudhi Sadewa mengaku “kecolongan” pengadaan 21.800 motor listrik oleh BGN, langsung memangkas anggaran lanjutan.
- Menkeu menegaskan Presiden Prabowo Subianto disebut tidak mengetahui proyek tersebut, sementara sisa pengadaan dihentikan.
- Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut motor listrik vital untuk operasional SPPG, serta membantah harga mahal.
TRIBUNKALTIM.CO - Pengawasan anggaran negara kembali menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kecolongan terkait pengadaan puluhan ribu motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Temuan ini memicu langkah cepat pemerintah untuk menghentikan tambahan alokasi anggaran demi menjaga disiplin fiskal.
Purbaya mengungkapkan, pengadaan sekitar 21.800 unit motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru diketahui setelah proses berjalan.
Ia menegaskan, anggaran yang digunakan berasal dari tahun sebelumnya dan tidak akan dilanjutkan pada tahun berjalan setelah dilakukan pemangkasan.
Baca juga: Menkeu Purbaya Siap Gaji Dipotong, Perjalanan Dinas Pejabat Juga Dipangkas
Ditemui awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Purbaya mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru menyadari adanya transaksi jumbo tersebut setelah proses berjalan.
Sebagai langkah proteksi anggaran, ia langsung mengambil tindakan memotong alokasi pengadaan tersebut untuk tahun ini.
"Kita baru tahu belakangan, sudah dipotong anggarannya kalau tidak salah. Saya harus tanya Dirjen Anggaran lagi," ujar Purbaya menanggapi pertanyaan mengenai pengadaan motor tersebut.
Purbaya menjelaskan bahwa anggaran yang digunakan merupakan alokasi tahun lalu yang sudah terlanjur dibayarkan.
Ia memastikan tidak akan ada lagi alokasi tambahan untuk pembelian kendaraan serupa dalam sisa periode anggaran 2025.
"Saya tidak tahu (persetujuan awal). Ketika tahu, saya potong anggarannya. Tanya ke Ketua BGN deh, yang jelas tahun ini tidak ada lagi. Saya sudah cek lagi barusan," tegasnya.
Baca juga: Menkeu Purbaya Bingung Ribuan Motor Listrik BGN Tiba-tiba Muncul di Tengah Defisit
Presiden Prabowo Disebut Tidak Tahu
Purbaya juga menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak mengetahui perihal pembelian puluhan ribu unit kendaraan operasional tersebut.
Ia menyatakan fokus pemerintah saat ini adalah menghentikan kelanjutan pengadaan di sisa tahun berjalan guna menjaga postur anggaran.
"Tidak tahu saya," ucap Purbaya singkat saat ditanya apakah Presiden mengetahui pengadaan tersebut.
Terkait unit motor yang dikabarkan sudah sampai di beberapa wilayah, Purbaya menyebut hal itu merupakan bagian dari termin pembayaran yang sudah terlewat sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260407_Menkeu-Purbaya_gaji-ke-13-ASN-masih-dipelajari.jpg)