Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata 2 Minggu, Peran Kunci Mojtaba Khamenei Terungkap

Peran kunci Mojtaba Khamenei jadi penentu, beri lampu hijau setelah negosiasi alot via mediator internasional.

Editor: Heriani AM
Instagram iribnews.ir1
GENCATAN SENJATA - Foto Mojtaba Khamenei yang diunggah akun Instagram resmi iribnews, stasiun berita milik Pemerintah Iran. Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat akhirnya tercapai pada saat-saat terakhir menjelang tenggat yang ditetapkan Presiden Donald Trump. 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump dan Iran sepakat gencatan senjata 2 minggu, cegah serangan besar di detik akhir batas waktu.
  • Peran kunci Mojtaba Khamenei jadi penentu, beri lampu hijau setelah negosiasi alot via mediator internasional.
  • Meski Hormuz dibuka kembali, konflik belum sepenuhnya reda karena Israel tetap lanjutkan operasi di Lebanon.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat akhirnya tercapai pada saat-saat terakhir menjelang tenggat yang ditetapkan Presiden Donald Trump.

Kesepakatan ini menjadi titik balik penting setelah ketegangan militer yang berlangsung selama lebih dari sebulan dan mengancam stabilitas global.

Gencatan senjata berdurasi dua minggu tersebut mencakup jaminan keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi urat nadi distribusi energi dunia.

Iran memastikan lalu lintas kapal dapat kembali berjalan dengan pengawasan militer dan koordinasi teknis yang ketat.

Baca juga: Trump Terancam Dimakzulkan, 85 Anggota DPR AS Desak Pencopotan Meski Sepakati Gencatan Senjata Iran

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra dari mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara di awal perang pada 28 Februari lalu, menjadi sosok yang mendorong para negosiatornya bergerak menuju kesepakatan, seperti dilaporkan Axios.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa berdasarkan perjanjian gencatan senjata dua minggu tersebut, lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz yang vital, jalur yang dilalui seperlima minyak dan gas global, akan dijamin.

"Transit tersebut akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Araghchi di X.

Pada Selasa (7/4/2026) waktu setempat, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt memuji gencatan senjata tersebut dan menyebutnya sebagai kemenangan bagi Amerika Serikat.

"Keberhasilan militer kita menciptakan pengaruh maksimal, memungkinkan Presiden Trump dan timnya terlibat dalam negosiasi sulit yang kini membuka peluang bagi solusi diplomatik dan perdamaian jangka panjang," katanya.

Euforia tersebut mendorong pasar saham melonjak, seiring harapan bahwa krisis yang telah mengguncang ekonomi global selama lebih dari sebulan akan segera berakhir.

Baca juga: Paus Leo XIV Tegur Keras Donald Trump Usai Presiden AS Ancam Hancurkan Iran

Di Balik Layar

Saat Trump secara terbuka mengancam akan melakukan penghancuran massal terhadap warga Iran, tanda-tanda momentum diplomatik sebenarnya muncul di balik layar.

Pasukan AS di Timur Tengah dan para pejabat Pentagon menghabiskan jam-jam terakhir untuk bersiap melancarkan serangan pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur Iran, sembari menunggu arah keputusan Trump.

Sekutu di kawasan itu pun bersiap menghadapi potensi pembalasan Iran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebelumnya pada Senin, saat Trump menyapa kerumunan dalam perayaan Paskah di Gedung Putih, utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, yang disebut “sangat marah”, tengah sibuk melakukan panggilan telepon, menurut laporan Axios.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved