Prakiraan Cuaca
Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan dan Karhutla
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi memasuki musim kemarau 2026 lebih awal dari biasanya.
Ringkasan Berita:
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal di 46,5 persen wilayah.
- Puncak kemarau diperkirakan terjadi Agustus 2026 di 61,4 persen wilayah Indonesia, dengan 64,5 persen zona musim berstatus Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya.
- BMKG mengingatkan risiko kekeringan dan karhutla meningkat. Pemerintah daerah hingga petani diminta siaga, atur pola tanam, dan perkuat manajemen sumber daya air.
TRIBUNKALTIM.CO - Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi memasuki musim kemarau 2026 lebih awal dari biasanya.
Proyeksi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berdasarkan pemantauan dinamika iklim global terkini.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026 dan pergeseran menuju fase Netral menjadi faktor utama perubahan pola musim tahun ini.
Bahkan, peluang kemunculan El Niño kategori Lemah hingga Moderat pada pertengahan tahun mulai meningkat dan perlu diwaspadai.
Baca juga: Baru Saja! Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Kutai Timur Kaltim, Cek Info BMKG
Namun demikian, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60 persen mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian.
“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” kata Faisal dalam Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Lebih lanjut, peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi penanda dimulainya musim kemarau.
BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, merinci bahwa 184 ZOM (26,3 persen) menyusul masuk musim kemarau pada Mei 2026, dan 163 ZOM (23,3 persen) pada Juni 2026.
Baca juga: Daftar Wilayah Kaltim yang Diprediksi BMKG Turun Hujan Hari Ini 5 Maret 2026
Berdasarkan data tersebut, Ardhasena menegaskan bahwa awal kemarau di 325 ZOM (46,5 persen) diprediksi MAJU atau terjadi lebih cepat dari biasanya, SAMA 173 ZOM (24,7 persen), dan MUNDUR 72 ZOM (10,3 persen).
“Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” ujarnya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.
Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6 persen) dan September (14,3 persen).
Wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada Juli, meliputi sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta merambah ke sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/30072025-kebakaran-hutan-dan-lahan-karhutla-di-Teluk-Bayur-Berau.jpg)