Minggu, 19 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Mojtaba Khamenei Disebut Masih dalam Pemulihan, tapi Pemimpin Tertinggi Iran Tetap Ikut Rapat

Mojtaba Khamenei disebut masih dalam pemulihan dari cedera. Tapi, Pemimpin Tertinggi Iran tetap ikut rapat

Editor: Amalia Husnul A
Instagram iribnews.ir1
KONDISI MOJTABA KHAMENEI - Foto Mojtaba Khamenei yang diunggah akun Instagram resmi iribnews, stasiun berita milik Pemerintah Iran. Mojtaba Khamenei disebut masih dalam pemulihan dari cedera. Tapi, Pemimpin Tertinggi Iran tetap ikut rapat. (Instagram iribnews.ir1) 

Belum ada pernyataan resmi Iran mengenai seberapa parah luka yang diderita Mojtaba Khamenei

Namun, seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com, seorang pembaca berita di televisi pemerintah menggambarkannya sebagai "janbaz". 

Itu adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang terluka parah dalam perang, setelah ia dinobatkan sebagai pemimpin tertinggi.

Laporan tersebut sesuai dengan pernyataan yang dibuat oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada 13 Maret 2026 bahwa Mojtaba terluka dan kemungkinan mengalami cacat fisik.

Umumkan Strategi Pengelolaan Selat Hormuz

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengumumkan bahwa Teheran akan segera memulai strategi baru dalam pengelolaan Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan resminya pada Kamis (9/4/2026), bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya pendahulu sekaligus ayahnya, Ali Khamenei.  

Dalam pidato tersebut, Mojtaba menggarisbawahi arah kebijakan Teheran pasca-perang di kawasan tersebut, sebagaimana dilansir Yeni Safak.

Mojtaba menegaskan bahwa Iran akan memasuki fase baru dalam mengelola Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi seperlima pasokan minyak dunia.

Selain masalah pengelolaan jalur laut, dia menekankan komitmen Iran untuk menuntut pertanggungjawaban atas perang yang berlangsung lebih dari sebulan.

Perang tersebut dimulai dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari. AS dan Iran pun menyepakati gencatan senjata pada Rabu (8/4/2026).

Mojtaba menegaskan, Iran akan menuntut ganti rugi atas seluruh kerugian material maupun moral.

"Iran tidak akan pernah meninggalkan hak-hak sahnya," tegas Khamenei.  

Dia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus menuntut reparasi atas darah para martir dan mereka yang terluka.

Pesan untuk negara tetangga

Dalam pidatonya, Khamenei menggambarkan seluruh front perlawanan regional sebagai satu kesatuan yang terintegrasi.  

Dia secara khusus memberikan pesan kepada negara-negara tetangga Iran di bagian selatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved