Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Mojtaba Khamenei Disebut Masih dalam Pemulihan, tapi Pemimpin Tertinggi Iran Tetap Ikut Rapat

Mojtaba Khamenei disebut masih dalam pemulihan dari cedera. Tapi, Pemimpin Tertinggi Iran tetap ikut rapat

Editor: Amalia Husnul A
Instagram iribnews.ir1
KONDISI MOJTABA KHAMENEI - Foto Mojtaba Khamenei yang diunggah akun Instagram resmi iribnews, stasiun berita milik Pemerintah Iran. Mojtaba Khamenei disebut masih dalam pemulihan dari cedera. Tapi, Pemimpin Tertinggi Iran tetap ikut rapat. (Instagram iribnews.ir1) 
Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei disebut masih dalam pemulihan cedera akibat serangan AS-Israel
  • Pemimpin Tertinggi Iran tetap memimpin rapat lewat audio dan diakui punya ketajaman mental baik.
  • Belum ada foto atau video publik dirinya sejak diangkat jadi pemimpin tertinggi Maret lalu.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan masih dalam masa pemulihan dari cedera parah di wajah dan kaki akibat serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel saat awal perang Iran

Sabtu (11/4/2026) Reuters melaporkan berdasarkan dari penuturan tiga orang yang dekat dengan lingkaran dalamnya, wajah Mojtaba Khamenei terluka parah dan menderita cedera serius pada satu atau kedua kakinya. 

Meski demikian, Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran tersebut tetap memiliki ketajaman mental yang baik, menurut beberapa sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. 

Disebut Mojtaba Khamenei tetap ikut dalam pertemuan dengan pejabat senior melalui konferensi audio dan terlibat dalam pengambilan keputusan penting, termasuk perang dan negosiasi dengan Washington. 

Baca juga: Pernyataan Mojtaba Khamenei Usai Gencatan Senjata, Klaim Kemenangan dan Fokus pada Selat Hormuz

Keberadaan, kondisi dan kemampuan Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei itu untuk memerintah masih menjadi misteri bagi publik. 

Sebab, tidak ada foto, video, atau rekaman audio dirinya yang dipublikasikan sejak serangan udara AS-Israel dan pengangkatannya sebagai pengganti ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada 8 Maret 2026.

Perwakilan Iran di PBB tidak menanggapi pertanyaan Reuters mengenai seberapa parah cedera yang dialami Mojtaba, atau alasan mengapa ia belum muncul dalam foto atau rekaman apa pun.

Salah satu orang yang dekat dengan lingkaran dalam Mojtaba mengatakan, foto pemimpin tertinggi itu diperkirakan akan dirilis dalam satu atau dua bulan ke depan.

Keterangan dari orang-orang yang dekat dengan lingkaran dalam Mojtaba memberikan gambaran paling rinci tentang kondisi pemimpin tersebut selama beberapa minggu terakhir.

Namun Reuters tidak dapat memverifikasi keterangan mereka secara independen.

Seorang sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS mengatakan bahwa Khamenei diyakini kehilangan satu kakinya.

Sementara itu, CIA menolak berkomentar tentang kondisi Mojtaba.

Kantor perdana menteri Israel juga tidak menanggapi pertanyaan.

Sebelumnya, Mojtaba Khamenei dilaporkan terluka dalam serangan awal AS-Israel pada 28 Februari, yang juga merenggut nyawa ayahnya sekaligus pemimpin tertinggi Iran sebelumnya Ayatollah Ali Khamenei.

Belum ada pernyataan resmi Iran mengenai seberapa parah luka yang diderita Mojtaba Khamenei

Namun, seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com, seorang pembaca berita di televisi pemerintah menggambarkannya sebagai "janbaz". 

Itu adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang terluka parah dalam perang, setelah ia dinobatkan sebagai pemimpin tertinggi.

Laporan tersebut sesuai dengan pernyataan yang dibuat oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada 13 Maret 2026 bahwa Mojtaba terluka dan kemungkinan mengalami cacat fisik.

Umumkan Strategi Pengelolaan Selat Hormuz

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengumumkan bahwa Teheran akan segera memulai strategi baru dalam pengelolaan Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan resminya pada Kamis (9/4/2026), bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya pendahulu sekaligus ayahnya, Ali Khamenei.  

Dalam pidato tersebut, Mojtaba menggarisbawahi arah kebijakan Teheran pasca-perang di kawasan tersebut, sebagaimana dilansir Yeni Safak.

Mojtaba menegaskan bahwa Iran akan memasuki fase baru dalam mengelola Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi seperlima pasokan minyak dunia.

Selain masalah pengelolaan jalur laut, dia menekankan komitmen Iran untuk menuntut pertanggungjawaban atas perang yang berlangsung lebih dari sebulan.

Perang tersebut dimulai dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari. AS dan Iran pun menyepakati gencatan senjata pada Rabu (8/4/2026).

Mojtaba menegaskan, Iran akan menuntut ganti rugi atas seluruh kerugian material maupun moral.

"Iran tidak akan pernah meninggalkan hak-hak sahnya," tegas Khamenei.  

Dia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus menuntut reparasi atas darah para martir dan mereka yang terluka.

Pesan untuk negara tetangga

Dalam pidatonya, Khamenei menggambarkan seluruh front perlawanan regional sebagai satu kesatuan yang terintegrasi.  

Dia secara khusus memberikan pesan kepada negara-negara tetangga Iran di bagian selatan.

"Anda sedang menyaksikan sebuah keajaiban. Oleh karena itu, lihatlah dengan benar, pahami dengan benar, dan berdirilah di tempat yang tepat," ucap Mojtaba seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com.

Meningkat Meski melontarkan pernyataan tegas, Mojtaba menyatakan bahwa pada dasarnya Teheran tidak menginginkan peperangan.

Namun, dia memberikan peringatan keras bahwa posisi militer Iran tetap dalam kondisi siaga tinggi.

Pernyataan Mojtaba ini juga muncul di tengah gencatan senjata rapuh yang melalui mediasi Pakistan.  

Jika tidak ada hambatan, negosiasi langsung antara AS dan Iran dijadwalkan akan dimulai di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata 2 Minggu, Peran Kunci Mojtaba Khamenei Terungkap

(*)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved