Iran Vs Amerika Memanas
Perundingan AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan di Hari Pertama, Bakal Ada Perang Lagi?
Perundingan AS-Iran gagal capai kesepakatan di hari pertama. Apakah bakal ada perang lagi?
Ringkasan Berita:
- Negosiasi 21 jam AS-Iran di Pakistan buntu tanpa kesepakatan.
- AS menilai Iran menolak tuntutan penghentian program nuklir permanen.
- Iran menganggap syarat AS tidak masuk akal dan menolak melepaskan hak pengayaan uranium.
- AS dihadapkan dilema sulit: jalur negosiasi panjang atau kembali berperang.
- Serangan militer AS justru memperkuat tekad Iran untuk tidak menyerah.
TRIBUNKALTIM.CO - Hari pertama negosiasi maraton selama 21 jam antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan sejak Sabtu (11/4/2026) gagal mencapai kesepakatan.
Kubu Amerika Serikat menganggap, Iran enggan menerima syarat-syarat yang mereka ajukan, khususnya terkait program nuklir.
Sedangkan Iran menilai syarat yang diajukan Amerika Serikat untuk mencapai perdamaian, tidak masuk akal.
Selanjutnya, apa yang akan terjadi setelah perundingan AS-Iran gagal capai kesepakatan?
Baca juga: Gencatan Senjata AS-Israel dan Iran Dinilai Rapuh, Donald Trump Hanya Cari Dukungan Pemilu Sela
Setelah negosiasi AS-Iran buntu
Dilansir New York Times, kegagalan ini membuat pemerintahan Trump menghadapi beberapa pilihan yang tidak menyenangkan.
Pilihan itu adalah negosiasi panjang dengan Teheran mengenai masa depan program nuklirnya atau kembali perang yang telah menciptakan gangguan energi terbesar di zaman modern dan prospek perebutan kekuasaan yang panjang mengenai siapa yang mengendalikan Selat Hormuz.
Para pejabat Gedung Putih mengatakan, mereka akan menyerahkan keputusan kepada Presiden Donlad Trump untuk mengumumkan langkah selanjutnya dari pemerintahan.
Namun, masing-masing jalur tersebut membawa kerugian strategis dan politik yang signifikan.
Wakil Presiden AS, JD Vance hanya sedikit berkomentar tentang apa yang terjadi selama lebih dari 21 jam negosiasi.
Ia mengisyaratkan telah memberikan proposal akhir untuk menghentikan program nuklir mereka selamanya.
“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami, hal-hal apa saja yang bersedia kami akomodasi dari mereka. Mereka telah memilih untuk tidak menerima persyaratan kami,” ujarnya.
Negosiasi ini tampaknya tidak jauh berbeda dari perundingan sebelumnya yang berakhir buntu di Jenewa pada akhir Februari lalu dan memicu perang.
Namun, taruhan Trump adalah Iran akan berubah pikiran setelah menghadapi demonstrasi besar-besaran kekuatan militer AS, dengan lebih dari 13.000 target yang dihantam, menurut Pentagon.
Ketakutan pemerintah untuk terseret ke dalam percakapan yang rumit dan panjang dengan Iran dinilai sangat terasa.
| AS Tuduh China Sediakan Senjata Canggih untuk Iran, Trump: Mereka akan Hadapi Masalah Besar |
|
|---|
| Kekurangan Pasokan Minyak Mentah Dunia Mulai Terasa, Perebutan di Pasar Global Makin Sengit |
|
|---|
| Gencatan Senjata AS-Israel dan Iran Dinilai Rapuh, Donald Trump Hanya Cari Dukungan Pemilu Sela |
|
|---|
| Hasil Negosiasi dengan AS setelah Berunding 14 Jam Belum Final, Iran Sebut Masih Ada Perbedaan |
|
|---|
| Soal Nasib Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz, Dubes Iran: Situasi Masih Sangat Berbahaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260412_perundingan-AS-Iran_negosiasi_Pakistan_perang.jpg)