Berita Nasional Terkini
Hasil Survei Poltracking: Program MBG Dongkrak Kepuasan Publik ke Pemerintah Prabowo-Gibran
Lembaga survei Poltracking Indonesia mencatat bahwa mayoritas masyarakat masih menaruh kepercayaan terhadap jalannya pemerintahan saat ini.
TRIBUNKALTIM.CO - Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih berada pada level tinggi berdasarkan hasil survei terbaru.
Di tengah berbagai tantangan global dan dinamika geopolitik yang memengaruhi kondisi dalam negeri, persepsi publik terhadap pemerintah tetap menunjukkan tren positif.
Lembaga survei Poltracking Indonesia mencatat bahwa mayoritas masyarakat masih menaruh kepercayaan terhadap jalannya pemerintahan saat ini.
Hasil ini menjadi indikator penting dalam membaca stabilitas politik dan penerimaan publik terhadap kebijakan pemerintah.
Penelitian yang dilakukan pada awal Maret 2026 tersebut memperlihatkan bahwa tingkat kepercayaan publik tidak mengalami penurunan signifikan, bahkan tetap bertahan di angka tinggi meskipun berbagai isu global sedang berkembang.
Baca juga: Hasil Survei LSI: Mayoritas Warga Siap Perang Bela Indonesia dan Khawatir Diserang Negara Lain
Hasil Survei: Kepercayaan Publik Capai 75,1 Persen
Dalam paparan hasil survei yang disampaikan secara virtual, peneliti utama Poltracking, Masduri Amrawi, mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 75,1 persen.
“Berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, jadi 75,1 persen publik di Indonesia percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Masduri.
Ia menjelaskan bahwa angka ini menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas persepsi publik.
Kepercayaan publik merupakan salah satu indikator utama dalam menilai legitimasi pemerintahan, yaitu tingkat penerimaan masyarakat terhadap kepemimpinan yang sedang berjalan.
Masduri juga menekankan bahwa capaian ini cukup signifikan, mengingat kondisi global yang tengah diwarnai ketegangan geopolitik. Meski demikian, tingkat kepercayaan publik tetap mampu bertahan di atas angka 70 persen.
“Tapi kita melihat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih cukup tinggi di 75,1 persen,” ucapnya.
Tingkat Kepuasan Kinerja Pemerintah dan Presiden
Selain mengukur tingkat kepercayaan, survei ini juga menyoroti tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Dalam hasilnya, Poltracking mencatat bahwa tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 74,9 persen.
Sementara itu, kepuasan terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan berada di angka 74,1 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menilai kinerja pemerintah dalam menjalankan program dan kebijakan masih berada pada jalur yang positif.
Masduri menyebut bahwa hasil ini cukup menarik karena bertahan di tengah berbagai potensi penurunan ekspektasi publik.
“Temuan ini cukup menarik, ada banyak kondisi yang barangkali itu berpotensi untuk menurunkan ekspektasi kepercayaan termasuk kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Apalagi dampak geopolitik global. Tapi kalau kita perhatikan angka kepuasan pemerintah masih bertahan di atas 70 persen,” ujar dia.
Dalam konteks survei, istilah approval rating atau tingkat kepuasan merujuk pada persentase responden yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah atau pemimpin.
Angka ini sering digunakan untuk mengukur keberhasilan kebijakan dan kepemimpinan secara umum.
Program MBG Jadi Faktor Utama Kepuasan Publik
Salah satu temuan penting dalam survei ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi alasan utama di balik tingginya tingkat kepuasan publik.
Program MBG merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan memberikan akses makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan pelajar.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Masduri, program ini menjadi sorotan utama publik, baik dari sisi dukungan maupun kritik.
“Jadi program ini selain sebagai program prioritas, juga program paling fenomenal, paling disorot oleh publik, baik oleh mereka yang mendukung ataupun mereka yang kontra terhadap program MBG ini,” ujarnya.
Hasil survei menunjukkan bahwa 23 persen responden menyatakan kepuasan terhadap pemerintah karena program MBG. Angka ini menjadikan MBG sebagai faktor dominan dalam membentuk persepsi positif masyarakat.
Faktor Lain yang Mendorong Kepuasan
Selain MBG, terdapat sejumlah faktor lain yang turut memengaruhi kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Salah satunya adalah bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran, dengan persentase sebesar 13,8 persen.
Kemudian, gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilai tegas dan berwibawa juga menjadi alasan kepuasan bagi 10,2 persen responden.
Masduri menjelaskan bahwa persepsi terhadap kepemimpinan ini tetap positif meskipun ada berbagai sorotan terkait kebijakan luar negeri dan situasi global.
“Terlepas dari perbedaan perspektif pandangan, melihat respons kepemimpinan atau gaya kepemimpinan Prabowo Subianto belakangan ini sebagai Presiden RI, tetapi di dalam negeri, persepsi publik masih menganggap bahwa Prabowo Subianto itu adalah Presiden yang tegas dan berwibawa. Meskipun belakangan banyak mendapat sorotan ya berkaitan dengan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah,” kata Masduri.
Faktor lain yang turut disebutkan dalam survei meliputi stabilitas ekonomi (7,8 persen), kinerja pemerintah yang terbukti (7 persen), jaminan layanan kesehatan (5,9 persen), serta akses pendidikan yang semakin merata (5,6 persen).
Selain itu, terdapat pula faktor-faktor seperti pemberantasan korupsi, pembangunan infrastruktur, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga ketersediaan lapangan kerja yang turut berkontribusi terhadap tingkat kepuasan masyarakat, meskipun dengan persentase yang lebih kecil.
Metodologi Survei dan Tingkat Akurasi
Survei ini dilakukan oleh Poltracking Indonesia pada periode 2 hingga 8 Maret 2026 dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh Indonesia.
Metode yang digunakan adalah multistage random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel bertahap yang dilakukan secara acak untuk memastikan representasi yang merata.
Dalam dunia penelitian, metode ini digunakan untuk meningkatkan akurasi hasil survei karena mampu mencerminkan kondisi populasi secara lebih luas.
Survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Margin of error adalah batas toleransi kesalahan dalam hasil survei, yang menunjukkan seberapa dekat hasil survei dengan kondisi sebenarnya di populasi.
Wawancara dilakukan secara langsung atau tatap muka dengan responden, yang bertujuan untuk meningkatkan validitas data dan mengurangi bias dalam pengisian jawaban.
Artikel ini telah tayang di Kompas dengan judul Survei Poltracking: 75,1 Persen Publik Percaya dengan Pemerintah Prabowo-Gibran
Artikel ini telah tayang di Kompas dengan judul Poltracking: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran karena MBG hingga Bantuan Tepat Sasaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241019_Prabowo-Gibran.jpg)