Ijazah Jokowi
Jusuf Kalla Dipolisikan, Eks Projo Sebut Ada Kepentingan Politik Terkait Isu Ijazah Jokowi
Mantan Wakil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budianto Tarigan, menilai pelaporan terhadap Jusuf Kalla tidak lepas dari kepentingan politik.
Ringkasan Berita:
- Jusuf Kalla dilaporkan ke Polda Metro Jaya usai potongan ceramahnya viral dan dituding menyinggung agama, memicu polemik luas.
- Eks Projo, Budianto Tarigan, menilai video sengaja dipotong dan ada kepentingan politik di balik pelaporan tersebut.
- GAMKI melaporkan JK karena dinilai melukai umat Kristen, sementara isu ini dikaitkan dengan dinamika politik nasional.
TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Wakil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budianto Tarigan, menilai pelaporan terhadap Jusuf Kalla tidak lepas dari kepentingan politik.
Ia menyebut ada agenda tertentu di balik viralnya potongan ceramah JK yang kemudian memicu polemik di ruang publik.
Ceramah yang disampaikan JK di Universitas Gadjah Mada itu menjadi sorotan setelah beredar di media sosial dalam bentuk video yang disebut telah dipotong dari konteks aslinya.
Narasi yang berkembang kemudian mengaitkan pernyataan tersebut dengan isu sensitif keagamaan.
Jusuf Kalla dilaporkan ke polisi setelah potongan ceramahnya yang bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis, 5 Maret 2026 lalu viral di media sosial.
Baca juga: Penjelasan Ceramah Jusuf Kalla yang Ramai Disorot, Dipotong Jadi Konten yang Menyesatkan
Menurut narasi yang beredar, ceramah JK yang membahas konflik Poso dan Ambon serta penggunaan istilah 'mati syahid' oleh pihak-pihak yang bertikai dituding menistakan ajaran Kekristenan.
JK lantas dilaporkan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan sejumlah organisasi lainnya ke Polda Metro Jaya, terkait dugaan penistaan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300 dan/atau Pasal 301 dan/atau Pasal 263 dan/atau Pasal 264 dan/atau Pasal 243 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023.
Laporan teregistrasi dengan nomor LP/B/2546/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA dan LP/B/2547/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA tertanggal 12 Februari 2026.
Ada Kepentingan Politik dan Tokoh yang Mainkan Laporan terhadap Jusuf Kalla
Menurut Budianto, ceramah Jusuf Kalla yang sengaja dipotong dan diviralkan, menunjukkan ada agenda politik tertentu dan berkaitan dengan kasus dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Apalagi, kasus yang menyeret JK saat ini berkaitan dengan topik SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang sangat sensitif di Indonesia.
Padahal, Budianto menilai, poin penting dari isi ceramah Jusuf Kalla justru mengingatkan agar konflik berdarah yang terjadi di masa lalu tidak boleh terulang lagi.
"Arahnya politik dan ada kepentingan politik di situ. Soal siapa yang bermain banyak kepentingan juga di situ," kata Budianto, dalam podcast/siniar Madilog yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (15/4/2026).
"Kita masuk ke sebuah materi isu yang sangat sensitif yang berbau SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan), Ini isu yang sangat sensitif dengan kondisi kultur dan psikologis bangsa Indonesia."
"Dari isi pembicaraan Pak JK, materi [ceramah] dia bicara mengenai pengalaman dia menangani konflik Ambon, Poso yang beliau ceritakan, dan menurut saya, dia mau menyampaikan pesan bahwa kita jangan lagi mengulangi pengalaman pahit masa lalu. Itu sebenarnya poinnya."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260414_Jusuf-Kalla_Pak-JK_isi-ceramah-yang-jadi-sorotan.jpg)