Berita Nasional Terkini
Isi Surat Andrie Yunus kepada Presiden Prabowo soal Kasus Penyiraman Air Keras
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyoroti motif penyiraman air keras tersebut, karena korban dan pelaku disebut tidak saling mengenal.
Ringkasan Berita:
- Oditurat Militer menyebut motif penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS adalah dendam pribadi.
- LBH Jakarta dan TAUD meragukan penjelasan tersebut karena korban dan pelaku tidak saling mengenal.
- Dugaan adanya aktor intelektual di balik serangan semakin menguat seiring temuan jumlah pelaku lapangan yang lebih banyak.
TRIBUNKALTIM.CO - Empat prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI didakwa atas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Berkas perkara telah dilimpahkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Kamis (16/4/2026).
Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta, Kolonel Chk Andri Wijaya, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan sementara menunjukkan motif para terdakwa adalah dendam pribadi terhadap korban.
Baca juga: Motif Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Diungkap Oditur Militer, KontraS dan TAUD: Tidak Masuk Akal
Istilah dendam pribadi dalam konteks hukum merujuk pada alasan yang bersifat personal, bukan terkait tugas atau institusi.
“Motif yang dilakukan oleh para terdakwa ini masih dendam pribadi terhadap Saudara A (korban),” ujar Andri. Ia menambahkan, detail motif akan dijelaskan lebih lanjut dalam pembacaan dakwaan pada 29 April 2026.
Korban Tak Mengenal Pelaku
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyoroti motif penyiraman air keras tersebut, karena korban dan pelaku disebut tidak saling mengenal.
"Menurut kami enggak masuk akal kalau dibilang ini persoalan individual, ini dendam pribadi. Orang enggak saling kenal juga kok," kata Direktur LBH Jakarta, Fadhil Alfathan, saat dihubungi Kompas.com.
Fadhil mempertanyakan bentuk dendam pribadi yang dinilai mampu menggerakkan banyak orang untuk melakukan penyerangan.
"Masalah pribadi macam apa yang bisa menggerakkan belasan orang untuk melakukan serangan yang menurut keyakinan kami—sementara ini temuan kami ada 16 orang atau terbuka kemungkinan ke depan lebih dari itu—hanya pelaku lapangan saja," tutur Fadhil.
Baca juga: Peran 16 Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus, TAUD: Ada 4 Kelompok
Surat Andrie Yunus kepada Presiden Prabowo
Sejumlah aktivis mendatangi komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, (17/4/2026), di antaranya Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya Saputra dan sejumlah tim Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD).
Mereka menyampaikan surat dari Aktivis Andrie Yunus kepada Presiden Prabowo Subianto.
Surat tersebut disampaikan melalui bagian persuratan Kementerian Sekretariat Negara Kemensetneg.
"Jadi hari ini kami mengirimkan surat tujuannya adalah ke Presiden Republik Indonesia, yaitu Pak Prabowo Subianto. Ada sejumlah surat. Ada surat langsung dari Andrie Yunus yang kemarin dituliskan," kata Dimas.
Isi surat tersebut di antaranya yakni Andrie Yunus meminta kepada Presiden agar segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus penyiraman air keras.
Selain itu Andrie Yunus juga meminta agar kasus penyiraman air keras yang terjadi terhadapnya ditangani oleh peradilan umum bukan peradilan militer.
| Ade Armando Komisaris Apa? Ini Profil, Biodata, dan Alasan Mundur dari PSI |
|
|---|
| Sosok yang Membuat Gatot Nurmantyo Dicopot Jokowi dari Jabatan Panglima TNI, Gegara Kenaikan Pangkat |
|
|---|
| Daftar Tunjangan Hakim Terbaru Era Prabowo Subianto, Ketua PT Capai Rp 110,5 Juta |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi, DPR Minta Pemerintah Berhati-hati |
|
|---|
| Dilaporkan ke Bareskrim, Ade Armando Pilih Mundur dari PSI demi Kebaikan Partai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260416_Aktivis-KontraS-Andrie-Yunus.jpg)