Berita Nasional Terkini
Diserang Soal Google Scholar, Roy Suryo Balik Serang Rismon Sianipar: Integritas yang Utama
Roy Suryo dan Rismon Sianipar berseteru soal Google Scholar dan kredibilitas peneliti terkait buku Jokowi’s White Paper dan isu ijazah Jokowi.
Ringkasan Berita:
- Polemik antara Roy Suryo dan Rismon Sianipar memanas terkait kredibilitas peneliti dan isi buku Jokowi’s White Paper.
- Rismon menyoroti ketiadaan karya Roy di Google Scholar, sementara Roy menegaskan bahwa pengalaman dan integritas lebih penting daripada indeks akademik.
TRIBUNKALTIM.CO - Polemik antara Roy Suryo dan Rismon Sianipar kian memanas.
Keduanya saling melontarkan pernyataan terkait kredibilitas sebagai peneliti, khususnya dalam pembahasan buku Jokowi’s White Paper yang menyinggung ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Rismon Sianipar sebelumnya menyebut Roy Suryo tidak layak disebut sebagai peneliti.
Ia beralasan, tidak ada karya Roy yang terindeks di Google Scholar, sebuah mesin pencari yang digunakan untuk menelusuri literatur akademik seperti jurnal, tesis, dan laporan ilmiah.
Baca juga: Rismon Sianipar Dapat SP3 Kasus Ijazah Jokowi, Andi Azwan: Di Sini Sudah Senyum-senyum Semua
Menurut Rismon, indikator tersebut penting karena menunjukkan apakah sebuah karya ilmiah diakui dan dirujuk oleh peneliti lain. Pernyataan itu disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya, Balige Academy, pada Minggu (12/4/2026).
“Tidak ada satu pun tulisannya atau bukunya yang dirujuk oleh penulis lain. Pantas saja Google Scholar-nya tidak ada,” ujar Rismon.
Selain itu, ia juga menyoroti isi buku Jokowi’s White Paper. Rismon menilai, dalam tulisan Roy Suryo tidak terdapat metode ilmiah maupun data yang dapat membuktikan klaim bahwa ijazah Jokowi “99,9 persen palsu”.
“Saya sudah baca tuntas, tidak ada metode maupun angka yang mengarah ke kesimpulan itu,” tegasnya seperti dilansir Tribunnews.com.
Tanggapan Roy Suryo
Menanggapi hal tersebut, Roy Suryo menilai bahwa penilaian seorang ahli tidak bisa hanya didasarkan pada keberadaan karya di Google Scholar.
Ia menegaskan, pengalaman panjang sebagai saksi ahli di berbagai persidangan serta keterlibatannya dalam seminar dan diskusi ilmiah menjadi indikator yang tidak kalah penting.
“Kalau ada orang mempertanyakan kredibilitas saya, ya saya senyum saja. Sudah puluhan tahun saya menjadi ahli di berbagai kasus dan persidangan. Tidak semua harus ada di Google Scholar,” ujar Roy, dikutip dari program Zoomcast di YouTube Kompas TV, Jumat (17/4/2026).
Roy juga menekankan bahwa faktor utama seorang peneliti adalah integritas.
Ia bahkan menyindir balik Rismon terkait hal tersebut.
“Yang paling penting itu integritas. Orang yang tidak punya integritas, berbohong pada dirinya sendiri dan orang lain, ya sudah end game,” katanya.
Baca juga: Kasus Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar Bantah Label Pengkhianat dari Kubu Roy Suryo
Perdebatan Soal Standar Peneliti
Perdebatan ini mencerminkan perbedaan pandangan soal standar akademik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260323_Rismon-Sianipar_ijazah-S2-dan-S3-diduga-palsu_Roy-Suryo_ijazah-Jokowi.jpg)