Iran Vs Amerika Memanas
Iran Klaim Unggul di Medan Perang, Negosiasi dengan AS Masih Jauh dari Titik Temu
Meski kedua negara disebut telah mencatat kemajuan dalam proses diplomasi, jarak menuju kesepakatan akhir dinilai masih cukup jauh.
TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan dunia setelah pernyataan terbaru dari pejabat tinggi Iran mengungkap kondisi negosiasi yang masih belum mencapai kesepakatan.
Meski kedua negara disebut telah mencatat kemajuan dalam proses diplomasi, jarak menuju kesepakatan akhir dinilai masih cukup jauh.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga terlibat langsung sebagai salah satu negosiator dalam pembicaraan dengan pihak Amerika Serikat.
Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi nasional pada Sabtu (18/4/2026), ia menegaskan bahwa proses negosiasi masih menghadapi banyak hambatan mendasar.
Baca juga: AS Siap Kejar dan Sita Kapal Tanker Iran di Seluruh Dunia, Tekanan ke Teheran Meningkat
“Kita masih jauh dari diskusi akhir,” kata Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam dialog yang berlangsung, sejumlah isu krusial masih belum menemukan titik temu.
“Kita telah membuat kemajuan dalam negosiasi, tetapi masih banyak kesenjangan dan beberapa poin mendasar yang belum terselesaikan," tambahnya.
Klaim Kemenangan di Tengah Konflik
Di tengah proses diplomasi yang berjalan alot, Iran justru menyampaikan klaim bahwa mereka berada dalam posisi unggul selama konflik berlangsung.
Ghalibaf menyebut negaranya telah “menang di medan perang” dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami menang di medan perang,” kata Ghalibaf dalam pidato tersebut.
Istilah medan perang merujuk pada konflik bersenjata langsung antara dua pihak, baik dalam bentuk serangan militer maupun operasi strategis di wilayah tertentu.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran menilai posisi militernya lebih kuat dibandingkan lawan dalam konflik yang terjadi.
Menurutnya, keputusan Iran untuk menyetujui gencatan senjata bukan karena tekanan, melainkan karena pihak lawan telah memenuhi tuntutan yang diajukan.
“Jika kami menerima gencatan senjata, itu karena mereka menerima tuntutan kami,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa proses negosiasi bagi Iran bukan sekadar diplomasi biasa, melainkan bagian dari strategi perjuangan untuk mempertahankan hak-hak negara.
| 4 Fakta Kapal Pertamina yang Belum Sempat Lintasi Selat Hormuz, Prioritas Saat Ini |
|
|---|
| AS Siap Kejar dan Sita Kapal Tanker Iran di Seluruh Dunia, Tekanan ke Teheran Meningkat |
|
|---|
| Selat Hormuz Ditutup Lagi, Nasib Dua Kapal Pertamina yang Disebut Siap Melintas? |
|
|---|
| Strategi Perang Laut Iran, Kerahkan 'Armada Nyamuk', Serang, Cepat, Mendadak dan Hilang |
|
|---|
| TNI AL Jelaskan soal Kapal Perang AS di Selat Malaka yang Diduga terkait Perburuan Tanker Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260411_perundingan-AS-Iran-di-Pakistan-dimulai-hari-ini_Amerika-Serikat.jpg)