Berita Internasional Terkini
Rupiah di Posisi 5 Sebagai Mata Uang Terlemah di Dunia, Rial Iran Paling Lemah
Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan berat sepanjang awal 2026, dipicu kombinasi faktor global dan domestik
Ringkasan Berita:
- Rupiah mengalami tekanan sepanjang awal 2026 akibat kombinasi faktor global dan domestik.
- Nilainya melemah hingga sekitar Rp17.141 per dolar AS dan masuk daftar 10 mata uang terlemah versi Forbes Advisor, meski penilaian ini hanya berdasarkan nilai nominal, bukan kekuatan ekonomi.
- Tekanan berasal dari ketidakpastian global, inflasi, dan arus modal keluar, serta kekhawatiran pasar terhadap kebijakan fiskal pemerintah, termasuk potensi pelebaran defisit APBN.
TRIBUNKALTIM.CO - Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan berat sepanjang awal 2026, dipicu kombinasi faktor global dan domestik yang membuat pergerakannya semakin rentan di pasar keuangan.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia, posisi rupiah kembali menjadi perhatian setelah sejumlah lembaga internasional menyoroti pelemahannya terhadap dollar AS.
Laporan Forbes Advisor menempatkan rupiah sebagai salah satu dari 10 mata uang dengan nilai terendah terhadap dollar AS.
Baca juga: Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia 2026 Versi Forbes dan Dampaknya, Rupiah Peringkat ke-5
Pada Senin (20/4/2026), kurs rupiah tercatat berada di level Rp 17.141 per dollar AS, mencerminkan tekanan yang masih berlangsung di pasar valuta asing.
Penilaian tersebut didasarkan pada jumlah unit mata uang yang dibutuhkan untuk memperoleh satu dollar AS, bukan pada kekuatan fundamental ekonomi suatu negara.
Namun demikian, posisi tersebut tetap mencerminkan tekanan nilai tukar yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, laporan dari Fitch Solutions menilai pelemahan rupiah berpotensi berlanjut, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan pemerintah.
Tekanan ini juga diperkuat oleh sentimen pasar terhadap pelebaran defisit anggaran dan ketidakpastian kebijakan ekonomi.
Dalam daftar yang dirilis Forbes Advisor pada awal April 2026, rupiah berada di peringkat kelima mata uang terlemah di dunia setelah rial Iran, pound Lebanon, dong Vietnam, dan kip Laos.
Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah negara berkembang lain yang menghadapi tekanan inflasi, ketidakstabilan ekonomi, atau kebijakan moneter tertentu.
Baca juga: Forbes Sebut Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia, Ekonom: Konteksnya Terbatas
Forbes Advisor mencatat bahwa pelemahan rupiah terjadi akibat kombinasi faktor, termasuk inflasi tinggi dan kekhawatiran resesi.
Meski demikian, klasifikasi “mata uang lemah” ini tidak serta-merta mencerminkan lemahnya ekonomi secara keseluruhan, karena lebih menitikberatkan pada nilai nominal tukar terhadap dollar AS.
Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah juga dikaitkan dengan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan fiskal pemerintah.
Analisis Fitch Solutions menyebutkan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh “government policy concerns” atau kekhawatiran terhadap arah kebijakan pemerintah, khususnya terkait disiplin fiskal dan kredibilitas kebijakan ekonomi.
Sentimen ini sejalan dengan laporan pasar yang menunjukkan bahwa investor mulai mencermati potensi pelebaran defisit anggaran negara.
| Seribu Rumah Apung di Sandakan, Sabah Terbakar, PM Malaysia: Prioritas Utama Keselamatan Korban |
|
|---|
| Donald Trump Buka Dokumen Rahasia Soal UFO dan Alien ke Publik, Pengalihan Kasus Jeffrey Epstein? |
|
|---|
| Daftar 10 Mal Terbesar di Dunia, Iran Mall Jadi Pusat Perbelanjaan Paling Besar, Ada Indonesia? |
|
|---|
| Daftar 15 Negara Produsen Gas Alam Terbesar di Dunia, AS Teratas Disusul Rusia, Ada Indonesia |
|
|---|
| Hari Ini 17 April Memperingati Apa? Daftar Peringatan dan Sejarahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260323_Rupiah_Dollar-AS.jpg)