Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Daftar 'NATO Baik' dan 'NATO Nakal' Versi Donald Trump, Siapa Saja?

Isu Donald Trump kembali memicu perhatian global setelah muncul laporan mengenai pembagian anggota NATO ke dalam kategori “baik” dan “nakal”.

Editor: Heriani AM
YouTube NATO
ANGGOTA NATO - Tangkapan layar YouTube NATO, Rabu (25/6/2025), memperlihatkan Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers KTT NATO di Hague pada hari Rabu. Isu terbaru terkait Donald Trump kembali memicu perhatian global setelah muncul laporan mengenai pembagian anggota NATO ke dalam kategori “baik” dan “nakal”. 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump disebut susun daftar “NATO baik vs nakal”, memicu ketegangan di tengah konflik Iran, apa kriterianya?
  • Negara seperti Polandia dipuji, sementara Inggris dan Prancis disebut berseberangan karena tolak ikut aksi militer
  • Ancaman AS keluar dari NATO hingga tarik pasukan bikin situasi makin panas, tapi Eropa dinilai belum terlalu khawatir

 

TRIBUNKALTIM.CO - Isu terbaru terkait Donald Trump kembali memicu perhatian global setelah muncul laporan mengenai pembagian anggota NATO ke dalam kategori “baik” dan “nakal”.

Wacana ini mencuat di tengah perbedaan sikap negara-negara anggota dalam merespons konflik yang melibatkan Iran.

Konsep tersebut disebut berkaitan dengan tingkat kontribusi masing-masing negara terhadap aliansi, baik dalam hal anggaran pertahanan maupun dukungan terhadap operasi militer.

Negara seperti Polandia dan Rumania dinilai masuk kategori “baik” karena dianggap aktif mendukung kepentingan strategis AS.

Baca juga: Donald Trump Perintahkan Militer AS Tembak Kapal Iran yang Pasang Ranjau di Selat Hormuz

Dari 32 anggota NATO, siapa saja yang masuk dalam kategori tersebut?

Politico melaporkan bahwa ide ini berasal dari usulan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Hegseth disebut mengemukakan gagasan tersebut dalam sebuah forum pertahanan pada September lalu.

Dalam forum itu, ia menyatakan bahwa “sekutu teladan” akan mendapat perlakuan khusus dari AS, sementara negara yang dinilai tidak berkontribusi akan menghadapi konsekuensi.

“Sekutu teladan yang meningkatkan kinerja, seperti Israel, Korea Selatan, Polandia, semakin banyak Jerman, negara-negara Baltik, dan lainnya, akan menerima perlakuan khusus kami,” ujarnya.

“Sekutu yang masih gagal menjalankan perannya dalam pertahanan kolektif akan menghadapi konsekuensinya.”

Para pejabat Eropa dan pertahanan menyebut daftar tersebut merangkum kontribusi anggota terhadap aliansi, serta mengelompokkan mereka berdasarkan tingkat kontribusi.

Baca juga: Pejabat Italia Tolak Wacana Gli Azzurri Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Itu Tidak Pantas

Siapa Saja yang Masuk Daftar?

Gedung Putih belum mengungkap daftar resmi tersebut.

Namun, menurut India Today, Polandia dan Rumania kemungkinan masuk dalam kategori “baik”.

Polandia dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi NATO.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved