Iran Vs Amerika Memanas
Kondisi Kesehatan Donald Trump dan Netanyahu, dari Tertidur Saat Rapat hingga Kanker
Kondisi kesehatan dua pemimpin dunia, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, menjadi sorotan di tengah situasi geopolitik yang masih memanas.
Ringkasan Berita:
- Donald Trump jadi sorotan usai video diduga tertidur saat rapat viral, memicu spekulasi soal kondisi kesehatannya
- Dugaan gangguan seperti sleep apnea mencuat, tapi belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih
- Sementara Benjamin Netanyahu ungkap sempat kena kanker prostat stadium awal dan kini mengaku sudah pulih
TRIBUNKALTIM.CO - Kondisi kesehatan dua pemimpin dunia, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, menjadi sorotan di tengah situasi geopolitik yang masih sensitif pasca gencatan senjata konflik Iran dengan AS-Israel.
Perhatian publik terhadap Trump meningkat setelah beredarnya video yang memperlihatkan dirinya tampak tertidur sejenak saat mengikuti rapat di Ruang Oval Gedung Putih.
Momen tersebut memicu spekulasi terkait kondisi kesehatannya, termasuk dugaan kelelahan hingga kemungkinan gangguan tidur seperti sleep apnea, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak Gedung Putih.
Di sisi lain, Netanyahu mengungkapkan dirinya baru saja menjalani perawatan akibat kanker prostat stadium awal.
Baca juga: Utusan Donald Trump Menuju Pakistan, Sinyal Lanjutkan Perundingan AS-Iran?
Penyakit tersebut terdeteksi saat pemeriksaan rutin, dan ia memilih menjalani tindakan medis untuk mengatasinya sejak dini.
Trump Tidur Saat Pimpin Rapat
Sebuah video viral memperlihatkan Donald Trump tertidur sejenak saat mengikuti rapat di Ruang Oval Gedung Putih yang memicu spekulasi baru tentang kesehatannya.
Cuplikan video tersebut menunjukkan rahangnya mengendur dan kelopak matanya tertutup, bahkan kepala presiden tampak terkulai ke depan selama pidato
Anggota Kongres AS Ted Lieu menunjukkan keprihatinan atas kesehatan Trump.
“Ada sesuatu yang salah secara mental dengan Presiden Amerika Serikat. Ada juga sesuatu yang salah secara fisik dengan Presiden Amerika Serikat. Trump tidak bisa tetap terjaga di acara publik dengan kamera yang merekam. Bayangkan bagaimana keadaannya ketika tidak ada kamera.”
Di tengah spekulasi tersebut, Jonathan Reiner, seorang profesor Kedokteran dan Bedah mengomentari situasi tersebut.
Ia menyarankan bahwa gejala seperti kesulitan untuk tetap terjaga dalam rapat terkadang dapat dikaitkan dengan apnea tidur.
“Ketika seorang pasien memberi tahu saya bahwa mereka tidak bisa tetap terjaga dalam rapat, kami melakukan pengujian tidur formal untuk mencari apnea tidur,” tulis Reiner di X.
“Saya yakin tim medis Gedung Putih telah melakukan ini, tetapi presiden terus berjuang dengan rasa kantuk di siang hari. Ini adalah masalah umum, dan ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki gejala-gejala ini.”
Menurut Mayo Clinic, sleep apnea adalah gangguan di mana pernapasan berulang kali berhenti dan mulai kembali selama tidur, yang sering menyebabkan kualitas tidur yang buruk dan rasa kantuk berlebihan di siang hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260413_Presiden-AS_Donald-Trump_PM-Israel_Benjamin-Netanyahu_desak-serang-Iran.jpg)