Minggu, 26 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Perluas Blokade Global, Semua Kapal Iran Terancam Dicegat di Selat Hormuz

Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperluas blokade angkatan laut hingga ke level global.

Editor: Heriani AM
Google Maps
PERGERAKAN KAPAL AS - Ilustrasi Selat Malaka. Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperluas blokade angkatan laut hingga ke level global. 

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat perluas blokade laut terhadap Iran hingga global, semua kapal terkait terancam dicegat
  • Kebijakan ini disebut untuk tekan ekonomi Iran dan paksa kembali ke meja perundingan nuklir
  • Meski tensi memanas, jalur diplomasi masih dibuka lewat mediasi di Pakistan, tapi belum ada titik temu

 

TRIBUNKALTIM.CO - Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperluas blokade angkatan laut hingga ke level global.

Kebijakan ini menandai eskalasi baru dalam konflik kedua negara, terutama terkait isu program nuklir dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut tidak hanya membatasi pergerakan kapal Iran di kawasan Teluk, tetapi juga memperluas pengawasan hingga jalur pelayaran internasional.

Dengan strategi ini, Washington berupaya menutup akses logistik dan distribusi energi Iran yang menjadi tulang punggung ekonominya.

Baca juga: Perundingan Batal, Iran Langsung Aktifkan Pertahanan Udara, Trump: Tak Berarti Mulai Perang Lagi

Dalam pernyataannya, Hegseth menyebut Iran kini dihadapkan pada pilihan sulit: menerima kesepakatan atau menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat blokade berkelanjutan.

“Blokade semakin meluas dan mendunia, kapal Iran tidak ada yang berlayar dari Selat Hormuz tanpa izin dari Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujar Menhan Pete Hegseth, mengutip dari First Alert.

“Iran harus menerima kesepakatan nuklir atau menghadapi keruntuhan ekonomi yang semakin meningkat di bawah tekanan AS yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Sebelum kebijakan diberlakukan, blokade awalnya berfokus di kawasan Teluk namun kini diperluas secara global. Hegseth menegaskan bahwa tidak ada kapal yang dapat melintas dari Selat Hormuz tanpa pengawasan Angkatan Laut AS.

Bahkan, Komando Pusat AS atau US Central Command dilaporkan telah memaksa sedikitnya 34 kapal untuk berbalik arah sejak kebijakan ini diberlakukan.

Baca juga: Donald Trump Berubah Pikiran, Batal Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Negosiasi Iran

Tujuan Strategis: Menekan Ekonomi dan Militer Iran

Jenderal senior AS, Dan Caine, menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku tanpa pengecualian. Kapal dari berbagai negara yang terhubung dengan Iran, baik menuju maupun berasal dari pelabuhan Iran, akan tetap dicegat.

Langkah ini tidak dilakukan tanpa alasan. Berdasarkan pernyataan militer AS, blokade diperluas untuk mengontrol seluruh jalur keluar-masuk logistik Iran, khususnya ekspor energi yang menjadi sumber utama pendapatan negara tersebut.

Dengan mengawasi kapal sejak keluar dari pelabuhan hingga ke laut lepas, Washington berupaya memastikan tidak ada celah bagi Iran untuk menghindari sanksi.

Selain itu, perluasan pengawasan hingga perairan internasional bertujuan untuk mencegah aktivitas penyelundupan dan distribusi ilegal, termasuk pengiriman minyak melalui jalur tidak resmi. 

Kapal yang dicurigai dapat langsung dicegat, diperiksa, bahkan dipaksa berbalik arah jika melanggar ketentuan blokade.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved