Jumat, 8 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Sebut Insiden Penembakan tak Ganggu Strategi Perang AS Melawan Iran

Insiden penembakan yang terjadi di sebuah acara makan malam media di Washington DC kembali menambah ketegangan situasi keamanan di Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: Heriani AM
HO//WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE
INSIDEN PENEMBAKAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). Insiden penembakan yang terjadi di sebuah acara makan malam media di Washington DC kembali menambah ketegangan situasi keamanan di Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump menegaskan insiden penembakan di Washington DC tidak akan mengganggu langkahnya dalam konflik dengan Iran
  • Trump membatalkan rencana perundingan di Pakistan, menyebut posisi AS kuat dan menilai perjalanan itu tidak produktif
  • Ketegangan AS–Iran makin meluas hingga ganggu pasar global, bahkan disebut memicu dampak tak biasa seperti kenaikan harga komoditas tertentu

 

TRIBUNKALTIM.CO - Insiden penembakan yang terjadi di sebuah acara makan malam media di Washington DC kembali menambah ketegangan situasi keamanan di Amerika Serikat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (25/4/2026) waktu setempat dan langsung memicu evakuasi terhadap Presiden AS Donald Trump serta Ibu Negara Melania Trump oleh aparat Secret Service.

Meski insiden tersebut sempat mengguncang agenda kepresidenan, Trump menegaskan bahwa kejadian itu tidak akan mengubah sikapnya terhadap kebijakan luar negeri, termasuk terkait konflik dengan Iran.

Ia bahkan menyatakan tetap berkomitmen melanjutkan langkah strategis pemerintahannya dalam menghadapi situasi geopolitik yang sedang berlangsung.

“Itu tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah itu ada hubungannya dengan itu, saya benar-benar tidak berpikir begitu, berdasarkan apa yang kita ketahui,” AFP mengutip pernyataan Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Baca juga: 8 Upaya Pembunuhan Donald Trump dalam 10 Tahun Terakhir

Terkait konflik yang berlangsung Donald Trump telah membatalkan kunjungan yang direncanakan oleh para pejabat Amerika ke Pakistan, yang secara efektif menghentikan putaran kedua pembicaraan tidak langsung dengan Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, ia menolak perjalanan itu sebagai hal yang tidak perlu,

Dia mengatakan kalau perjalanan 18 jam tidak sepadan mengingat apa yang ia gambarkan sebagai posisi tawar Washington yang kuat.

Ia menambahkan bahwa timnya telah bersiap untuk pergi, tetapi ia memutuskan bahwa kunjungan tersebut tidak akan produktif.

Trump berpendapat bahwa AS memegang kendali dan Teheran seharusnya mengambil inisiatif daripada mengharapkan pejabat Amerika untuk melakukan perjalanan.

Kunjungan yang dibatalkan tersebut seharusnya dihadiri oleh utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang akan bertemu dengan perwakilan Iran di Islamabad, Pakistan. 

Langkah ini diambil tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Pakistan, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Baca juga: Ini Alasan Trump Yakin Penembakan di Acara Makan Malam Gedung Putih Tak Berkaitan dengan Perang Iran

Harga Kondom Pun Naik

Sementara itu, dampak buruknya meluas secara global.

Selat Hormuz tetap menjadi titik konflik utama, dengan seruan dari para pemimpin Eropa untuk segera membukanya kembali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved