Reshuffle Kabinet
Reshuffle Kabinet Dikabarkan Hari Ini, Bima Arya: Hak Prerogatif Presiden
Isu reshuffle kabinet Prabowo makin panas. Bima Arya Sugiarto tegaskan itu hak prerogatif presiden, tapi akui kabinet siap dengan segala skenario.
Muhammad Qodari informasinya akan dipindahkan menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom.
Qodari dipercaya akan mengisi pos yang selama ini dianggap 'kelemahan' pemerintahan Presiden Prabowo yakni soal komunikasi publik.
Pos lainnya Kepala Badan Karantina kabarnya diisi Abdul Kadir Karding (mantan Menteri P2MI 2024‑2025).
Mantan Kepala PCO/Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi kabarnya juga akan ditunjuk menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Tribunnews.com telah menghubungi Muhammad Qodari pagi ini melalui pesan WhatsApp.
"Mohon doa yang terbaik," tulis Qodari diakhiri emoji senyum.
Selasa 23 April, Presiden Prabowo melakukan pertemuan empat mata dengan Luhut Binsar Panjaitan.
Setelah itu Prabowo juga memanggil Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman ke istana.
Pertemuan ini ditafsirkan sebagai tanda awal penataan ulang susunan kabinet Merah Putih.
Baca juga: Reshuffle Kabinet Sasar 5 Menteri? Ini Reaksi PDIP, Golkar, dan Demokrat
Seskab: Tunggu Saja!
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons mengenai isu perombakan kabinet yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Dia hanya menjawab singkat mengenai isu tersebut.
"Tunggu saja," kata Teddy singkat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, soal perombakan kabinet akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo.
"Nanti Bapak Presiden yang menceritakan," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo Dikabarkan Reshuffle Kabinet Hari Ini, Bima Arya: Kita Siap dengan Segala Skenario
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241021_Menteri-Kabinet-Merah-Putih-era-Prabowo.jpg)