Iran Vs Amerika Memanas
Trump Tolak Proposal Iran, Negosiasi Damai Terhambat di Tengah Lonjakan Harga Minyak Global
Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait perang 2026. Simak detail usulan Iran, kebuntuan diplomasi
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran yang mengusulkan negosiasi bertahap dalam mengakhiri perang 2026.
- Perbedaan utama terletak pada waktu pembahasan isu nuklir yang ingin ditunda oleh Iran.
- Kebuntuan ini berdampak pada terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz dan memicu kenaikan harga minyak global.
TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal terbaru Iran dalam upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
Menurut seorang pejabat AS yang dikutip Reuters, proposal tersebut dibahas dalam pertemuan Trump bersama para penasihatnya pada Senin (27/4/2026).
Ketidakpuasan ini kembali meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai di tengah konflik yang telah menimbulkan korban jiwa, mengganggu pasokan energi global, dan memicu tekanan inflasi.
Pejabat tersebut menyebut bahwa pendekatan Iran dinilai tidak sejalan dengan posisi Amerika Serikat.
Baca juga: Negosiasi Damai Putaran Kedua, Donald Trump Tunggu Telepon dari Pihak Iran
“Presiden tidak puas dengan pendekatan tersebut,” ujarnya.
Isi Proposal Iran: Negosiasi Bertahap
Dalam proposal terbarunya, Iran mengusulkan pendekatan bertahap dalam proses negosiasi.
Tahapan yang diajukan meliputi:
- Penghentian perang sebagai langkah awal
- Jaminan bahwa AS tidak kembali melancarkan serangan
- Pencabutan blokade perdagangan laut
- Pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz di bawah kendali Iran
- Pembahasan isu nuklir pada tahap akhir
Iran juga tetap menginginkan pengakuan atas haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.
Namun, Amerika Serikat menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi bagian awal dalam perundingan, bukan ditunda hingga tahap akhir.
Sikap Gedung Putih dan “Garis Merah” AS
Dikutip dari Kompas.com, juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan melakukan negosiasi melalui media.
Ia juga menyebut bahwa pemerintah telah menetapkan “garis merah” dalam upaya penyelesaian konflik dengan Iran.
Perang ini sendiri disebut dimulai sejak Februari 2026 dan melibatkan ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, serta sekutunya termasuk Israel.
Ketegangan Picu Lonjakan Harga Minyak
Di tengah kebuntuan diplomasi, dampak konflik mulai terasa di pasar global.
Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada perdagangan awal Asia, Selasa (28/4/2026).
Kenaikan ini dipicu kekhawatiran terhadap terganggunya distribusi energi melalui Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260408_Donald-trump.jpg)