Jumat, 8 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Pengamat Ragukan Janji-janji Prabowo di Hari Buruh 2026, Sebut Uang Negara Sudah Tergerus

Pengamat ragukan janji-janji Presiden Prabowo Subianto di Hari Buruh 2026 bisa terwujud, sebut dana negara sudah menipis.

Tayang:
Tangkapan layar YouTube Setpres/YouTube Sekretariat Presiden
HARI BURUH 2026 - Presiden RI Prabowo Subianto mengepalkan tangan saat lagu Internationale diputar dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).(YouTube Sekretariat Presiden) 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo menjanjikan berbagai program besar di Hari Buruh 2026, termasuk rumah subsidi, perlindungan ojol, dan kampung nelayan.
  • Pengamat Agus Pambagio meragukan janji tersebut bisa terealisasi karena cadangan kas negara disebut hanya Rp120 triliun.
  • Kondisi ekonomi yang tertekan, ditambah lemahnya regulasi pendukung, membuat Agus pesimis janji-janji tersebut dapat dijalankan.

TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat ragukan janji-janji Presiden Prabowo Subianto di Hari Buruh 2026 bisa terwujud, sebut dana negara sudah menipis.

Presiden RI Prabowo Subianto banyak memberi janji dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5/2026). 

Dalam pidatonya, Prabowo menjanjikan pembangunan 1 juta rumah subsidi bagi buruh di dekat kawasan industri lengkap dengan rumah sakit, sekolah, dan daycare (tempat penitipan anak).

Baca juga: Respons Grab dan GoTo soal Kebijakan Prabowo Turunkan Potongan Ojol Jadi 8 Persen

Ia juga menegaskan pembagian pendapatan bagi pengemudi ojek online (ojol) minimal 92 persen dari hasil kerja, dengan potongan hanay 8 persen, turun dari potongan sebelumnya 20 persen.

Selain itu, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.

Aturan ini menjamin pengemudi ojol memperoleh jaminan kecelakaan kerja melalui BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan.

Ia juga mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan agar segera disahkan tahun ini dengan tetap berpihak pada buruh.

Selanjutnya, eks Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) tersebut mengatakan tahun ini pemerintah memberikan perlindungan bagi rakyat berpenghasilan rendah senilai Rp500 triliun.

Baca juga: Janji Prabowo Subianto di May Day 2026: UU Ketenagakerjaan, 1 Juta Rumah Susun, hingga Daycare

Pemerintah juga telah menaikkan upah minimum hingga penyediaan rumah bersubsidi.

Kemudian, Prabowo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 tentang ratifikasi konvensi International Labour Organization Nomor 188 untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan kaum nelayan.

Pada 2026 ini, Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) itu juga menyatakan, pemerintah akan meresmikan 1.386 kampung nelayan.

Sebagai informasi, Prabowo sudah dua kali menghadiri May Day selama menjabat sebagai Presiden RI.

Sebelumnya, Mantan Menteri Pertahanan RI itu menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional 2025 yang juga digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (1/5/2025) lalu.

Pengamat Ragu karena Semua Pos Keuangan Sudah Tergerus

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengaku ragu janji-janji yang diumbar Presiden RI Prabowo Subianto di peringatan Hari Buruh 2026 bisa terwujud.

Dengan melihat dari sisi ekonomi, semua pos keuangan di Indonesia sudah tergerus.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved