Jumat, 8 Mei 2026

Berita Viral

Viral! Dokter Internship RSUD di Jambi Meninggal, Kemenkes Turun Tangan Usut Kematian dr Myta

Kematian seorang dokter muda yang tengah menjalani program internsip atau magang profesi dokter di Jambi menjadi sorotan nasional.

Tayang:
TribunJambi/Sopianto
DOKTER MAGANG MENINGGAL - Potret RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Kemenkes menurunkan tim untuk mengusut kematian dokter Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internship di Jambi. 

Ringkasan Berita:
  • Kemenkes kirim tim investigasi terpadu untuk mengusut kematian dr Myta di RSUD KH Daud Arif Jambi, fokus pada sistem kerja dan pelayanan medis
  • IKA FK Unsri ungkap dugaan pelanggaran serius, mulai dari beban kerja berlebihan, kelalaian medis, hingga intimidasi terhadap dokter internship
  • Pemerintah janji transparansi dan siap beri sanksi tegas, sekaligus evaluasi nasional sistem internship dokter di Indonesia.

TRIBUNKALTIM.CO - Kematian seorang dokter muda yang tengah menjalani program internsip atau magang profesi dokter di Jambi menjadi sorotan nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia langsung bergerak cepat dengan menurunkan tim investigasi terpadu untuk mengusut penyebab wafatnya dr Myta Aprilia Azmy.

Kasus ini tidak hanya menyangkut satu individu, tetapi juga membuka perhatian luas terhadap sistem pembinaan dokter internship di Indonesia, termasuk aspek keselamatan kerja, beban tugas, hingga perlindungan kesehatan tenaga medis muda.

Peristiwa tersebut terjadi di RSUD KH Daud Arif yang berlokasi di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Rumah sakit ini menjadi wahana internsip, yaitu tempat praktik bagi dokter baru untuk mendapatkan pengalaman klinis sebelum benar-benar menjalani profesi secara mandiri.

Baca juga: Viral Wanita di Bone Menikah 15 Kali, Suami Terbaru Berusia 22 Tahun, Marfina: Tak Ada Rahasianya

Kemenkes Turunkan Tim Investigasi Terpadu

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kasus ini.

"Kami sudah mengirimkan tim investigasi terpadu yang terdiri dari Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM Kesehatan, Ditjen Kesehatan Lanjutan, dan tim ahli profesi untuk melakukan penelusuran menyeluruh," kata Aji saat dikonfirmasi Sabtu (2/5/2026).

Tim ini akan bekerja secara komprehensif dengan menelusuri berbagai aspek penting.

Penyelidikan tidak hanya terbatas pada penyebab medis kematian, tetapi juga mencakup sistem kerja dan lingkungan tempat dr Myta menjalani internsip.

Beberapa aspek yang akan diperiksa meliputi pelayanan medis yang diterima korban, tata kelola wahana internsip (sistem pengelolaan tempat praktik dokter magang), beban kerja peserta, sistem pendampingan oleh dokter senior, hingga proses skrining kesehatan sebelum penempatan.

Selain itu, audit terhadap rekam medis serta penelusuran hasil pemeriksaan kesehatan (medical check-up) juga akan dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh terkait kondisi almarhumah sebelum meninggal dunia.

Duka Mendalam dan Komitmen Transparansi

Kemenkes juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dr Myta Aprilia Azmy.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengungkap fakta secara transparan.

"Kemenkes menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy serta belasungkawa kepada keluarga dan rekan sejawat. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengungkap fakta di balik kejadian tersebut secara transparan dan menyeluruh," tegas Aji.

Dalam proses investigasi, Kemenkes akan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk keluarga korban, rekan sejawat, pendamping internship, serta tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam penanganan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved