Senin, 11 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Diam-diam Jerman 'Bantu' Iran Lawan AS-Israel, China Jadi Perantara Pembuatan Drone Shahed

Diam-diam Jerman punya andil membantu Iran dalam perang melawan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Tayang:
TELEGRAM FarsNA
KOMPONEN TEMPUR - Bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone Shahed milik Iran dipaemerkan oleh televisi Iran Fars setelah serangan AS dan Israel dalam operasi gabungan pada Sabtu (28/2/2026). (TELEGRAM FarsNA) 

TRIBUNKALTIM.CO - Diam-diam Jerman punya andil membantu Iran dalam perang melawan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Melalui perantara China, Jerman dituding memasok komponen utama pembuatan drone tempur, Shahed, yang digunakan Iran.

Temuan ini mencuat di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan.

Baca juga: Bantah Serang Fujairah, Iran Ancam Bikin Emirat Arab Menyesal Jika Jadi Basis Serangan AS -Israel

Laporan tersebut mengungkap, pada Selasa (5/4/2026), perusahaan China bernama Xiamen Victory Technology mengirimkan email penawaran kepada pihak terkait di Iran.

Dalam email itu, mereka menawarkan mesin buatan Jerman, Limbach L550, yang diketahui menjadi komponen vital dalam drone serang satu arah Shahed-136.

Dalam pesan tersebut, perusahaan bahkan menyatakan simpati terhadap Iran dengan kalimat, “Kami sangat terkejut dan marah atas agresi terhadap Iran, dan hati kami bersama Anda.”

Mesin Limbach L550 dikenal sebagai salah satu komponen inti dalam pengoperasian drone Shahed-136.

Baca juga: Respons Donald Trump saat Ditanya Bagaimana Jika Timnas Iran Juara Piala Dunia 2026

Drone ini telah menjadi perhatian dunia karena efektivitasnya dalam berbagai konflik modern.

Menurut peneliti dari Wisconsin Project on Nuclear Arms Control, John Caves, langkah perusahaan China tersebut dinilai cukup terbuka.

“Mereka secara aktif mencoba menjual mesin Limbach L550 ke Iran, dan melakukannya dengan cukup terang-terangan,” ujarnya.

Namun, pihak perusahaan melalui perwakilannya yang mengaku bernama Kristoff Chen membantah telah melakukan ekspor ke Iran atau Rusia.

Baca juga: Donald Trump dan Xi Jinping akan Bertemu di Beijing, Bakal Bahas Konflik AS-Iran

Ia menyebut email tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan untuk menjangkau calon klien internasional.

Rantai Pasok “Dual-Use”

Sementara itu, data bea cukai China menunjukkan adanya pengiriman ratusan kontainer berisi barang “dual-use” ke Iran dan Rusia.

Barang jenis ini dapat digunakan untuk kebutuhan sipil maupun militer.

Baca juga: AS Siap Operasi Tempur Besar-besaran, Tegaskan Tak Cari Konflik dengan Iran di Selat Hormuz

Komponen yang dikirim mencakup, mesin, chip komputer, kabel serat optik dan giroskop

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved