Jumat, 8 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Masih Pertimbangkan Proposal Damai AS, Tegaskan Siap Beri Respons Keras

Iran masih mengkaji proposal damai AS terkait perang dan negosiasi nuklir. Teheran menegaskan siap memberi respons keras

Tayang:
Editor: Doan Pardede
Copilot
PERAN IRAN - Ilustrasi, Amerika Serikat (AS) dan Iran, di meja perundingan. Iran masih mengkaji proposal damai AS terkait perang dan negosiasi nuklir. Teheran menegaskan siap memberi respons keras jika Washington tak memberi konsesi.(COPILOT) 

Ringkasan Berita:
  • Iran masih mempertimbangkan proposal damai 14 poin dari Amerika Serikat di tengah konflik yang memanas. 
  • Presiden Donald Trump optimistis perang segera berakhir, namun Iran menegaskan belum mengambil keputusan dan siap memberi respons keras jika AS tidak memberikan konsesi dalam negosiasi.

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Iran belum memberikan keputusan final terkait proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat (AS) di tengah memanasnya konflik kedua negara.

Di saat Presiden AS Donald Trump yakin perang dengan Iran akan segera berakhir, Teheran justru menegaskan masih meninjau tawaran yang diajukan Washington.

Trump sebelumnya menyatakan operasi yang dilakukan AS bertujuan mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ia optimistis konflik dapat segera dihentikan.

“Saat Anda melihat apa yang sedang terjadi saat ini, kami melakukan itu karena satu alasan yang penting. Kami tak bisa membiarkan mereka (Iran) memiliki senjata nuklir,” ujar Trump dikutip dari [Sky News](https://news.sky.com?utm_source=chatgpt.com), Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Respons Donald Trump saat Ditanya Bagaimana Jika Timnas Iran Juara Piala Dunia 2026

“Jadi, saya pikir kebanyakan orang mengerti itu. Mereka mengerti bahwa apa yang kita lakukan itu benar, dan akan berakhir secepatnya,” lanjutnya.

Iran Masih Kaji Proposal 14 Poin

Di sisi lain, Iran menegaskan belum mengambil keputusan terkait proposal perdamaian 14 poin dari AS. Proposal tersebut dilaporkan memuat kerangka waktu negosiasi nuklir yang lebih rinci.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengatakan pemerintah masih mempelajari isi proposal tersebut sebelum memberikan jawaban resmi.

“Proposal Amerika masih ditinjau oleh Iran, dan setelah selesai, Iran akan memberitahukan pendapatnya kepada pihak Pakistan,” kata Baghaei kepada Kantor Berita Pelajar Iran (ISNA), dikutip dari BBC.

Sikap Iran menunjukkan bahwa Teheran belum sepenuhnya menerima tawaran damai yang diajukan Washington, terutama terkait isu nuklir dan syarat-syarat negosiasi lanjutan.

Iran Tegaskan Siap Membalas

Pernyataan lebih keras datang dari Juru Bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei.

Ia menilai AS tidak memperoleh keuntungan dalam konflik maupun proses negosiasi yang berjalan sejauh ini.

“Amerika tak akan mendapatkan apa pun dalam perang, di mana mereka kalah dan belum juga memperoleh keuntungan dalam negosiasi tatap muka,” ujarnya.

Rezaei juga memperingatkan bahwa Iran siap memberikan respons tegas apabila AS tidak menunjukkan sikap kompromi.

Menurutnya, jika Washington tidak memberikan konsesi yang diperlukan, Iran akan membalas dengan tindakan yang dapat menimbulkan penyesalan bagi pihak lawan.

Baca juga: Iran Tuduh Amerika Serikat Tewaskan 5 Warga Sipil di Selat Hormuz, Picu Risiko Perang Terbuka

Ketegangan Masih Tinggi

Meski AS menyampaikan optimisme bahwa konflik akan segera berakhir, pernyataan pejabat Iran menunjukkan ketegangan antara kedua negara masih tinggi.

Hingga kini belum ada keputusan resmi terkait proposal damai tersebut, sementara isu program nuklir Iran tetap menjadi titik utama perselisihan antara Teheran dan Washington.

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved