Iran Vs Amerika Memanas
Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz
Ketegangan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz kembali mengguncang pasar energi dunia mengakibatkan harga minyak dunia melonjak.
Ringkasan Berita:
- Harga minyak melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel akibat bentrokan di Selat Hormuz.
- Pasar saham Asia terguncang karena kekhawatiran inflasi dan krisis energi global.
- Negosiasi damai AS-Iran tetap berjalan, namun pasar menilai gencatan senjata sangat rapuh.
TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz kembali mengguncang pasar energi internasional.
Jalur laut strategis ini menjadi pusat perhatian karena bentrokan militer kedua negara memicu lonjakan harga minyak mentah.
Al Jazeera melaporkan harga minyak Brent sempat naik hingga 7,5 persen pada perdagangan Kamis sebelum sedikit mereda saat pasar Asia dibuka Jumat pagi.
Brent adalah jenis minyak mentah yang menjadi acuan harga global.
Baca juga: Viral Video AI Donald Trump Terjebak di Selat Hormuz, Diunggah Kedubes Iran di Hungaria
Harga Brent tercatat di level 101,12 dolar AS per barel setelah sebelumnya menyentuh puncak harian 103,70 dolar AS.
CNBC menambahkan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), acuan minyak dari Amerika Serikat , juga naik menjadi sekitar 95,64 dolar AS per barel.
Lonjakan harga ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa gencatan senjata rapuh antara Washington dan Teheran bisa runtuh sewaktu-waktu. Gencatan senjata berarti kesepakatan sementara untuk menghentikan pertempuran.
Bentrokan Baru Pecah di Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang menjadi penghubung utama pengiriman minyak dan gas dunia.
Lebih dari seperlima pasokan minyak serta gas alam global biasanya melewati kawasan tersebut setiap hari.
Baca juga: Sistem Pertahanan Udara UEA Respons Ancaman Rudal, AS dan Iran Sempat Baku Tembak di Selat Hormuz
Menurut laporan Al Jazeera, bentrokan terbaru pecah setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menuduh Iran menyerang tiga kapal perusak rudal berpemandu milik Angkatan Laut AS menggunakan rudal, drone, dan kapal kecil.
Baca juga: Uni Emirat Arab Dituding Tembaki Dermaga Pulau Qeshm, Media Iran: Jadi Alat Zionis
Militer AS kemudian melancarkan serangan balasan yang mereka sebut sebagai tindakan pertahanan diri.
Di sisi lain, Iran justru menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran menyebut pasukan AS menyerang kapal tanker minyak Iran serta beberapa kapal lain di sekitar Selat Hormuz.
Iran juga menuduh AS menargetkan wilayah sipil, termasuk kawasan Pulau Qeshm.
| Viral Video AI Donald Trump Terjebak di 'Selat Hormuz', Diunggah Kedubes Iran di Hungaria |
|
|---|
| Uni Emirat Arab Dituding Tembaki Dermaga Pulau Qeshm, Media Iran: Jadi Alat Zionis |
|
|---|
| Pertempuran Terjadi di Selat Hormuz, Iran-AS Baku Tembak, Donald Trump Tanggapi Santai |
|
|---|
| Kemacetan Hebat Berpotensi Terjadi di Selat Hormuz Jika Iran dan Amerika Serikat Berdamai |
|
|---|
| Alasan Malaysia Enggan Jual Stok Minyak ke Negara ASEAN Meski Kapalnya Berhasil Lewati Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260508_Iran.jpg)