Senin, 11 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Daftar Fenomena Langit Mei 2026 yang Masih Bisa Diamati, Ada Earthshine hingga Micro Blue Moon

Sejumlah fenomena langit masih bisa diamati sepanjang Mei 2026. Mulai dari Earthshine hingga Micro Blue Moon yang bakal muncul di akhir bulan.

Tayang:
Editor: Heriani AM
BBC Weather Watchers/Claire Meadows
MICRO BLUE MOON - Foto ilustrasi supermoon di atas gedung-gedung di Barnsley pada 2024 lalu. Sejumlah fenomena langit masih bisa diamati sepanjang Mei 2026. Mulai dari Earthshine hingga Micro Blue Moon yang bakal muncul di akhir bulan. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah fenomena langit masih bisa diamati sepanjang Mei 2026. Mulai dari Earthshine hingga Micro Blue Moon yang bakal muncul di akhir bulan.
  • Fenomena Earthshine atau Da Vinci Glow diprediksi muncul dua kali pada Mei 2026. Sisi gelap Bulan bakal tampak samar bercahaya di langit malam.
  • Mei 2026 juga akan ditutup dengan fenomena langka Micro Blue Moon. Bulan purnama kedua dalam satu bulan ini disebut tampak lebih kecil dari biasanya.

 

TRIBUNKALTIM.COM - Memasuki pertengahan Mei 2026, sejumlah fenomena langit menarik masih akan menghiasi malam hingga dini hari. 

Setelah puncak hujan meteor Eta Aquarid dan Flower Moon berlalu di awal bulan, pengamat astronomi masih berkesempatan menyaksikan berbagai peristiwa langit yang tak kalah unik sepanjang sisa Mei 2026.

Salah satu fenomena yang paling dinantikan adalah Earthshine atau cahaya Bumi yang akan muncul pada 12–13 Mei dan kembali terlihat pada 19–20 Mei 2026.

Fenomena ini terjadi ketika cahaya Matahari dipantulkan Bumi ke permukaan Bulan, sehingga sisi gelap Bulan tampak bercahaya samar di langit malam.

Baca juga: Fenomena Pink Moon 2 April 2026 di Balikpapan, Bukan Bulan Berwarna Pink

Melansir dari Wapt News, beberapa peristiwa astronomi sudah terjadi pada awal Mei, seperti Flower Moon pada 1 Mei dan puncak hujan meteor Eta Aquarid pada 5-6 Mei 2026.

Meski dua fenomena itu telah lewat, langit Mei 2026 masih menyisakan beberapa momen yang tak kalah menarik untuk diperhatikan.

Fenomena langit Mei 2026 yang masih bisa diamati

Berikut daftar fenomena langit Mei 2026 yang masih bisa disimak setelah awal bulan:

1. Earthshine pada pagi hari: 12-13 Mei 2026

Fenomena berikutnya adalah earthshine yang dapat terlihat pada pagi hari sekitar 12–13 Mei 2026.

Earthshine terjadi ketika cahaya Matahari memantul dari Bumi, lalu kembali ke Bulan dan menerangi bagian Bulan yang gelap.

Fenomena ini membuat sisi gelap Bulan tampak samar bercahaya, meski bagian tersebut sebenarnya tidak terkena cahaya Matahari secara langsung.

Earthshine juga dikenal dengan sebutan Da Vinci Glow. Sebutan ini berkaitan dengan Leonardo da Vinci, yang menjelaskan fenomena tersebut pada abad ke-16.

Bagi pengamat langit, earthshine biasanya terlihat lebih mudah saat fase Bulan sabit tipis. Langit yang cerah, lokasi minim cahaya buatan, dan pandangan bebas ke arah Bulan akan membantu pengamatan menjadi lebih baik.

Baca juga: Catat Tanggalnya! Pink Moon dan Hujan Meteor Lyrids Bisa Dilihat Langit Indonesia April 2026

2. Super New Moon: 16 Mei 2026

Pada 16 Mei 2026, terjadi fenomena super new moon. Fenomena ini terjadi saat Bulan baru berada dekat titik terdekatnya dengan Bumi atau perigee.

Secara umum, istilah supermoon mengacu pada fase Bulan baru atau Bulan purnama yang terjadi ketika Bulan berada dekat titik terdekat dalam orbit elipsnya terhadap Bumi.

Ketika Bulan berada dalam kondisi supermoon, ukurannya dapat tampak lebih besar dan lebih terang dibandingkan biasanya.

Namun, super new moon pada 16 Mei 2026 tidak bisa dilihat seperti Bulan purnama. Hal ini terjadi karena Bulan berada pada fase Bulan baru, sehingga sisi yang menghadap Bumi tidak diterangi Matahari.

Meski tidak tampak langsung, fase Bulan baru justru menciptakan kondisi langit yang lebih gelap.

Kondisi ini dapat menjadi waktu yang baik untuk mengamati bintang, terutama dari lokasi yang jauh dari polusi cahaya.

Baca juga: Fenomena Langit April 2026: Pink Moon hingga Hujan Meteor Lyrids, Bisa Dilihat di Indonesia

3. Earthshine pada malam hari: 19-20 Mei 2026

Earthshine kembali berpeluang terlihat pada 19–20 Mei 2026. Bedanya, fenomena ini dapat diamati pada malam hari.

Fenomena yang sama juga dikenal dengan istilah ashen glow, karena sisi gelap Bulan tampak seperti memiliki cahaya abu-abu lembut.

Earthshine pada malam hari dapat terlihat ketika Bulan berada pada fase sabit muda setelah Bulan baru.

Pada fase ini, bagian Bulan yang terang tampak kecil, sementara bagian gelapnya dapat terlihat samar karena pantulan cahaya dari Bumi.

Fenomena ini menjadi salah satu momen menarik bagi pengamat langit karena dapat menunjukkan hubungan cahaya antara Matahari, Bumi, dan Bulan.

Baca juga: Gerhana Bulan Total di Balikpapan Tertutup Awan, BMKG Ungkap Fakta Blood Moon

4. Micro Blue Moon: 31 Mei 2026

Mei 2026 akan ditutup dengan fenomena Micro Blue Moon pada 31 Mei 2026.

Melansir dari laman Starwalk Space, fenomena ini disebut Blue Moon karena menjadi bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.

Purnama pertama terjadi pada 1 Mei 2026, sedangkan purnama kedua terjadi pada 31 Mei 2026.

Istilah Blue Moon dalam konteks ini tidak berarti Bulan akan benar-benar tampak berwarna biru.

Blue Moon merupakan istilah kalender untuk menyebut purnama tambahan yang jarang terjadi dalam satu bulan.

Fenomena 31 Mei 2026 juga disebut Micromoon karena Bulan berada dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee.

Ketika purnama terjadi dekat apogee, Bulan dapat tampak sedikit lebih kecil dan redup dibandingkan purnama biasa.

Dengan demikian, istilah yang paling tepat untuk fenomena pada 31 Mei 2026 adalah Micro Blue Moon atau Blue Moon sekaligus Micromoon.

Istilah “full moon” hanya menjelaskan fase Bulan purnama, sedangkan Blue Moon menjelaskan posisinya sebagai purnama kedua dalam satu bulan kalender. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved