Berita Nasional Terkini
Daftar Fenomena Langit Mei 2026 yang Masih Bisa Diamati, Ada Earthshine hingga Micro Blue Moon
Sejumlah fenomena langit masih bisa diamati sepanjang Mei 2026. Mulai dari Earthshine hingga Micro Blue Moon yang bakal muncul di akhir bulan.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah fenomena langit masih bisa diamati sepanjang Mei 2026. Mulai dari Earthshine hingga Micro Blue Moon yang bakal muncul di akhir bulan.
- Fenomena Earthshine atau Da Vinci Glow diprediksi muncul dua kali pada Mei 2026. Sisi gelap Bulan bakal tampak samar bercahaya di langit malam.
- Mei 2026 juga akan ditutup dengan fenomena langka Micro Blue Moon. Bulan purnama kedua dalam satu bulan ini disebut tampak lebih kecil dari biasanya.
TRIBUNKALTIM.COM - Memasuki pertengahan Mei 2026, sejumlah fenomena langit menarik masih akan menghiasi malam hingga dini hari.
Setelah puncak hujan meteor Eta Aquarid dan Flower Moon berlalu di awal bulan, pengamat astronomi masih berkesempatan menyaksikan berbagai peristiwa langit yang tak kalah unik sepanjang sisa Mei 2026.
Salah satu fenomena yang paling dinantikan adalah Earthshine atau cahaya Bumi yang akan muncul pada 12–13 Mei dan kembali terlihat pada 19–20 Mei 2026.
Fenomena ini terjadi ketika cahaya Matahari dipantulkan Bumi ke permukaan Bulan, sehingga sisi gelap Bulan tampak bercahaya samar di langit malam.
Baca juga: Fenomena Pink Moon 2 April 2026 di Balikpapan, Bukan Bulan Berwarna Pink
Melansir dari Wapt News, beberapa peristiwa astronomi sudah terjadi pada awal Mei, seperti Flower Moon pada 1 Mei dan puncak hujan meteor Eta Aquarid pada 5-6 Mei 2026.
Meski dua fenomena itu telah lewat, langit Mei 2026 masih menyisakan beberapa momen yang tak kalah menarik untuk diperhatikan.
Fenomena langit Mei 2026 yang masih bisa diamati
Berikut daftar fenomena langit Mei 2026 yang masih bisa disimak setelah awal bulan:
1. Earthshine pada pagi hari: 12-13 Mei 2026
Fenomena berikutnya adalah earthshine yang dapat terlihat pada pagi hari sekitar 12–13 Mei 2026.
Earthshine terjadi ketika cahaya Matahari memantul dari Bumi, lalu kembali ke Bulan dan menerangi bagian Bulan yang gelap.
Fenomena ini membuat sisi gelap Bulan tampak samar bercahaya, meski bagian tersebut sebenarnya tidak terkena cahaya Matahari secara langsung.
Earthshine juga dikenal dengan sebutan Da Vinci Glow. Sebutan ini berkaitan dengan Leonardo da Vinci, yang menjelaskan fenomena tersebut pada abad ke-16.
Bagi pengamat langit, earthshine biasanya terlihat lebih mudah saat fase Bulan sabit tipis. Langit yang cerah, lokasi minim cahaya buatan, dan pandangan bebas ke arah Bulan akan membantu pengamatan menjadi lebih baik.
Baca juga: Catat Tanggalnya! Pink Moon dan Hujan Meteor Lyrids Bisa Dilihat Langit Indonesia April 2026
2. Super New Moon: 16 Mei 2026
Pada 16 Mei 2026, terjadi fenomena super new moon. Fenomena ini terjadi saat Bulan baru berada dekat titik terdekatnya dengan Bumi atau perigee.
Secara umum, istilah supermoon mengacu pada fase Bulan baru atau Bulan purnama yang terjadi ketika Bulan berada dekat titik terdekat dalam orbit elipsnya terhadap Bumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240918_Supermoon-di-Barnsley.jpg)