Selasa, 12 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Israel Tolak AS dan Iran Berdamai, Benjamin Netanyahu Tegaskan Ada 'Urusan' yang Belum Selesai

Israel menjadi yang terdepan menolak berakhirnya perang melawan Iran, padahal AS terus berupaya mengakhiri perang

Tayang:
Instagram b.netanyahu
NETANYAHU TOLAK DAMAI - Israel menjadi yang terdepan menolak berakhirnya perang melawan Iran, padahal Amerika Serikat (AS) terus berupaya mengakhiri perang. (Instagram b.netanyahu) 

TRIBUNKALTIM.CO - Israel menjadi yang terdepan menolak berakhirnya perang melawan Iran, padahal Amerika Serikat (AS) terus berupaya mengakhiri perang.

Israel merasa masih ada "urusan" yang belum selesai dengan Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, perang melawan Iran belum dapat dianggap selesai meski negosiasi damai antara Washington dan Teheran sedang berlangsung.

Netanyahu menegaskan, stok uranium yang diperkaya milik Iran harus disingkirkan terlebih dahulu sebelum konflik benar-benar dinyatakan berakhir.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Masih Belum Muncul saat Negosiasi Damai Iran-AS, Faksi Garis Keras Mulai Gelisah

Dalam wawancara dengan program “60 Minutes” CBS yang tayang Minggu (10/5/2026), Netanyahu juga menuntut fasilitas pengayaan uranium Iran dihancurkan.

Ia menyebut masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terkait kemampuan nuklir Teheran.

Netanyahu sebut perang belum berakhir Netanyahu mengatakan, Iran masih memiliki material nuklir yang dianggap berbahaya oleh Israel.

“Ini belum berakhir, karena masih ada material nuklir, uranium yang diperkaya, yang harus dikeluarkan dari Iran. Masih ada fasilitas pengayaan yang harus dibongkar,” kata Netanyahu dalam kutipan wawancara tersebut.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik Lagi usai Donald Trump Tolak Tanggapan Iran atas Proposal AS

Saat ditanya bagaimana uranium itu bisa dipindahkan keluar dari Iran, Netanyahu menjawab singkat, “Anda masuk dan mengambilnya.”

Ia juga mengatakan, kemampuan nuklir Iran telah banyak dilemahkan, termasuk jaringan proksi regional dan kapasitas produksi misil negara itu.

“Kami telah banyak melemahkannya,” ujar Netanyahu.

“Tetapi semua itu masih ada, dan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan,” lanjutnya.

Baca juga: Detail Pangkalan Rahasia Israel di Gurun Irak Terungkap, Pasukan Komando Disiagakan Serang Iran

Menurut pemantau internasional yang dikutip CBS, Iran diperkirakan masih memiliki sekitar 970 pon uranium dengan tingkat pengayaan yang mendekati level senjata nuklir.

Netanyahu mengatakan solusi terbaik adalah tercapainya kesepakatan yang memungkinkan uranium dengan pengayaan tinggi itu dipindahkan keluar dari Iran.

“Jika sebuah kesepakatan tercapai, itu akan menjadi cara terbaik,” kata Netanyahu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved