Selasa, 12 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Grace Natalie Minta PSI Tidak Dilibatkan dalam Polemik Video Ceramah Jusuf Kalla

Grace Natalie merespons pernyataan Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, yang sebelumnya menyebut PSI

Tayang:
KOMPAS.com/Rahel
JANGAN LIBATKAN PSI - Grace Natalie merespons pernyataan Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, yang sebelumnya menyebut PSI tidak akan memberikan bantuan hukum kepada dirinya terkait laporan dugaan ujaran kebencian terhadap Jusuf Kalla. (KOMPAS.com/Rahel) 

TRIBUNKALTIM.CO - Grace Natalie merespons pernyataan Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, yang sebelumnya menyebut PSI tidak akan memberikan bantuan hukum kepada dirinya terkait laporan dugaan ujaran kebencian terhadap Jusuf Kalla.

Grace menegaskan keputusan tersebut justru berasal dari permintaannya sendiri sebagai pendiri PSI.

“Ketika minggu lalu ada pernyataan dari Ketua Harian Ahmad Ali, saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan beliau itu didasari oleh permintaan saya sebagai pendiri partai,” kata Grace di Menteng, Jakarta, Senin (11/5/2026), dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Klarifikasi Grace Natalie, Bantah Edit Video Jusuf Kalla dan Minta PSI tak Dilibatkan

Ia membantah unggahan kontennya di media sosial berkaitan dengan PSI.

Menurut Grace, video yang dipermasalahkan dibuat atas inisiatif pribadi sebagai warga negara yang menanggapi isu viral di masyarakat.

“Bahwa saya melihat postingan saya ini saya lakukan sebagai seorang warga masyarakat merespons sebuah isu yang sedang viral,” ujarnya.

Karena itu, Grace mengaku meminta PSI tidak dilibatkan dalam persoalan hukum tersebut.

Baca juga: Kasus Dugaan Pemukulan Waketum PSI, Bro Ron Berakhir Damai, Kedua Pihak Cabut Laporan

“Sebagai pendiri partai, saya menginstruksikan kepada Ketua Harian agar tidak melibatkan partai,” lanjutnya.

Grace juga optimistis tidak ada unsur pelanggaran hukum dalam konten yang ia unggah.

Ia menilai pernyataannya bersifat normatif dan tidak memiliki kaitan dengan partai.

Kasus ini bermula setelah Grace Natalie bersama Ade Armando dan Permadi Arya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh sekitar 40 organisasi masyarakat gabungan.

Ketiganya dilaporkan terkait dugaan penghasutan dan ujaran kebencian setelah dianggap membuat konten yang menggiring opini negatif terhadap Jusuf Kalla melalui potongan video ceramah di Universitas Gadjah Mada. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved