Jumat, 15 Mei 2026

Berita Ekbis Terkini

Rupiah Jebol Rp17.600 per Dollar AS, Terlemah dalam Beberapa Waktu Terakhir

Rupiah kembali melemah hingga tembus Rp17.600 per dollar AS, pasar mulai khawatir tekanan ekonomi makin berat dalam waktu dekat

Tayang:
Editor: Heriani AM
Tribunnews.com/Jeprima
RUPIAH MELEMAH - Ilustrasi pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di money changer DollarAsia, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026) lalu. Rupiah kembali melemah hingga tembus Rp17.600 per dollar AS, pasar mulai khawatir tekanan ekonomi makin berat dalam waktu dekat. 

Ringkasan Berita:
  • Rupiah kembali melemah hingga tembus Rp17.600 per dollar AS, pasar mulai khawatir tekanan ekonomi makin berat dalam waktu dekat
  • Konflik Timur Tengah, dolar AS yang menguat, hingga lonjakan harga minyak disebut jadi pemicu utama rupiah terus tertekan
  • Ekonom bahkan memperingatkan rupiah bisa mendekati Rp17.800 per dollar AS jika arus modal asing belum kembali masuk ke Indonesia

 

TRIBUNKALTIM.CO - Nilai tukar rupiah terus menunjukkan pelemahan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan kini telah menembus level psikologis Rp17.600 per dollar AS pada perdagangan Jumat (15/5/2026) pagi. 

Kondisi ini menjadi sorotan pelaku pasar karena tekanan terhadap mata uang Garuda terjadi di tengah gejolak ekonomi global yang belum mereda.

Data Google Finance mencatat kurs rupiah sempat berada di posisi Rp17.603,20 per dollar AS pada pukul 09.03 WIB, dilansir dari Kompas.com.

Pelemahan tersebut melanjutkan tren negatif dalam beberapa hari terakhir setelah sebelumnya rupiah juga ditutup di atas level Rp17.500 per dollar AS.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah menguatnya dollar AS secara global, kenaikan harga minyak dunia, serta meningkatnya sentimen risk off di pasar keuangan internasional akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, semakin besar.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Hari Ini 14 Mei 2026 di Saat Kurs Rupiah Melemah dan Harga Minyak Melonjak

Sejumlah ekonom sebelumnya telah memperingatkan potensi pelemahan rupiah hingga mendekati level Rp17.800 per dollar AS apabila harga minyak mentah dunia tetap tinggi dan arus modal asing belum kembali masuk ke pasar domestik.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai kombinasi faktor eksternal dan ketidakpastian global masih menjadi beban utama bagi pergerakan rupiah saat ini.

Sementara itu, analis pasar juga melihat kenaikan harga minyak mentah dunia turut memperbesar kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek seiring pasar menunggu arah kebijakan moneter global dan perkembangan situasi geopolitik internasional.

Pemerintah Yakin Bisa Kendalikan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang terus meningkat. 

Pernyataan itu disampaikan setelah rupiah ditutup melemah di level Rp17.529 per dollar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026).

Meski menyerahkan pengendalian rupiah kepada Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, Kementerian Keuangan juga menyiapkan langkah tambahan untuk membantu stabilisasi pasar keuangan.

Salah satunya dengan mengaktifkan Bond Stabilization Fund (BSF) guna menjaga stabilitas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved