Minggu, 17 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Dampak Pelemahan Rupiah bagi Masyarakat, Harga Barang Bisa Naik hingga Ancaman PHK

Peneliti menyoroti munculnya “kelas menengah cemas”, kelompok yang dianggap paling rentan jika rupiah terus melemah dan biaya hidup naik.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Warta Kota/henry lopulalan
KURS RUPIAH MELEMAH - Suasana penukaran uang di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2015). Peneliti menyoroti munculnya “kelas menengah cemas”, kelompok yang dianggap paling rentan jika rupiah terus melemah dan biaya hidup naik. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menilai rakyat desa tak terlalu terdampak pelemahan rupiah karena aktivitas ekonomi tetap memakai rupiah, bukan dolar AS.
  • Di balik pernyataan Prabowo, ekonom justru mengingatkan ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok hingga risiko PHK yang disebut mulai terasa.
  • Peneliti menyoroti munculnya “kelas menengah cemas”, kelompok yang dianggap paling rentan jika rupiah terus melemah dan biaya hidup naik.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Prabowo Subianto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang belakangan menjadi sorotan publik.

Ia menilai kondisi tersebut tidak serta-merta berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di daerah, terutama warga yang aktivitas ekonominya tidak bergantung pada mata uang asing.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, ia menyinggung kekhawatiran sejumlah pihak yang terus memprediksi kondisi ekonomi Indonesia akan mengalami tekanan akibat pergerakan kurs rupiah dan dolar AS.

Menurut Prabowo, sebagian besar masyarakat di pedesaan tetap menjalankan aktivitas ekonomi menggunakan rupiah sehingga gejolak kurs dinilai belum tentu dirasakan secara langsung oleh rakyat kecil.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi pesimistis terkait kondisi ekonomi nasional.

“Jadi saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa nggak pake dolar, kok,” kata Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Apa Sih Dampak Melemahnya Nilai Rupiah?

Di tengah dinamika pasar tersebut, dampak lanjutan mulai dikhawatirkan merembet ke kehidupan masyarakat sehari-hari.

Potensi kenaikan harga barang kebutuhan pokok, meningkatnya biaya hidup, hingga tekanan pada sektor ketenagakerjaan menjadi isu yang mulai mencuat di kalangan publik.

Sejumlah ekonom menilai, pelemahan rupiah dan keluarnya modal asing tidak hanya berkaitan dengan faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi persepsi investor terhadap kebijakan fiskal dalam negeri.

Di sisi lain, kondisi ini dinilai dapat memperbesar kerentanan kelas menengah yang selama ini menjadi penopang utama konsumsi domestik.

“Ini seolah tenang di atas permukaan, tetapi tinggal menunggu waktu sampai efek pelemahan rupiah itu sampai di meja makan,” kata peneliti ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, kepada DW Indonesia.

Bhima menilai tekanan terhadap rupiah dan pasar saham tidak hanya dipicu oleh faktor global, tetapi juga oleh menurunnya kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah utamanya terhadap pengelolaan APBN.

“Sebenarnya yang terjadi adalah ketidakpercayaan terhadap kebijakan fiskal,” ujarnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved