Ijazah Jokowi
Sentil UGM soal Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kampus Mati-matian Menutupi Data
Dokter Tifa kembali mengkritik Universitas Gadjah Mada karena dinilai terlalu menutup data terkait ijazah Jokowi.
Ringkasan Berita:
- Dokter Tifa kembali mengkritik Universitas Gadjah Mada karena dinilai terlalu menutup data terkait ijazah Jokowi.
- Dokter Tifa menyebut pihaknya menggugat keterbukaan 709 dokumen akademik Jokowi melalui Komisi Informasi Publik.
- Polda Metro Jaya segera mengumumkan perkembangan kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa terkait polemik ijazah Jokowi.
TRIBUNKALTIM.CO - Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perhatian publik setelah Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa melontarkan kritik terhadap keterbukaan data akademik di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam sebuah podcast yang tayang pada Senin (18/5/2026), Dokter Tifa menilai UGM belum sepenuhnya transparan dalam membuka dokumen yang berkaitan dengan riwayat pendidikan Jokowi.
Dokter Tifa menyebut penyelesaian polemik tersebut seharusnya dilakukan melalui jalur keterbukaan informasi publik, bukan melalui kriminalisasi ataupun saling serang di ruang publik.
Karena itu, kelompok yang mengkritisi ijazah Jokowi kini menempuh sengketa informasi di Komisi Informasi Publik (KIP) guna meminta pembukaan ratusan dokumen akademik yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut.
“UGM ini seharusnya berdiri di atas evidence base, tetapi malah menjadi pihak yang mati-matian menutupi semua data ini,” kata Dokter Tifa.
Baca juga: Polisi Segera Umumkan Nasib Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo: P21 Itu Bukan Final
Ia mengatakan polemik tersebut seharusnya tidak lagi dibawa ke ruang pidana ataupun saling serang antarkelompok, melainkan diuji secara terbuka melalui jalur keterbukaan informasi publik.
Karena itu, kelompok aktivis yang selama ini mengkritisi ijazah Jokowi kini menempuh sengketa informasi di Komisi Informasi Publik (KIP) terkait ratusan dokumen yang disebut berkaitan dengan riwayat akademik Jokowi.
Menurut Dokter Tifa, forum KIP menjadi tempat paling tepat untuk menguji dokumen secara objektif.
“Kalau mau menguji keabsahan dokumen, tempatnya di sidang keterbukaan informasi, bukan di kriminalisasi,” ujarnya.
Ia juga menyerukan agar akademisi dan peneliti di Indonesia ikut bersuara dalam polemik tersebut.
“Ilmuwan jangan menjadi setan bisu. Semua harus bergerak untuk menyelesaikan kontroversi ini,” katanya.
Dalam podcast tersebut, Dokter Tifa mengungkap pihaknya tengah menggugat keterbukaan 709 dokumen yang disebut berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi.
Dokumen itu, menurutnya, kini berada dalam penguasaan pihak kepolisian.
Ia menyebut kelompoknya menggunakan pendekatan “3C” dalam menguji polemik tersebut, yakni clean, clear, dan credible.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250726_ijazah-Jokowi_Dokter-Tifa_bocoran-pejabat-negara_semua-sudah-paham.jpg)