Senin, 18 Mei 2026

Berita Viral

Siswi SMAN 1 Pontianak Diusulkan Jadi Duta LCC 4 Pilar, MPR: Mudah-mudahan Bisa Diterima

MPR berencana menawarkan Josepha Alexandra menjadi duta LCC Empat Pilar setelah viral memprotes keputusan juri.

Tayang:
Editor: Heriani AM
KOMPAS.com/Rahel
DUTA CERDAS CERMAT - Siswi SMA Negeri (SMAN) 1 Pontianak yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Josepha Alexandra atau Ocha usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (13/5/2026) siang. MPR berencana menawarkan Josepha Alexandra menjadi duta LCC Empat Pilar setelah viral memprotes keputusan juri. (KOMPAS.com/Rahel) 

Ringkasan Berita:
  • MPR berencana menawarkan Josepha Alexandra menjadi duta LCC Empat Pilar setelah viral memprotes keputusan juri.
  • Josepha sebelumnya jadi sorotan usai SMAN 1 Pontianak dirugikan dalam final LCC tingkat Kalbar 2026 akibat perbedaan penilaian juri.
  • MPR juga mengevaluasi juri dan tidak akan melibatkan mereka lagi setelah polemik lomba tersebut ramai di publik.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Perwakilan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI berencana bertolak ke Pontianak, Kalimantan Barat, untuk menawarkan siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, menjadi duta Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar. 

Langkah ini diambil setelah Josepha atau Ocha menjadi sorotan publik usai protesnya terhadap keputusan juri pada final LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalbar 2026 viral di media sosial.

Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyebut pihaknya bersama sekretariat jenderal akan langsung menyampaikan tawaran tersebut kepada yang bersangkutan.

Namun, ia menegaskan bahwa penunjukan tersebut bukan penobatan otomatis, melainkan masih bersifat tawaran yang membutuhkan kesediaan dari Josepha.

Baca juga: Polemik LCC 4 Pilar Kalbar 2026 yang Viral, MPR Apresiasi Sikap 2 Sekolah Tolak Final Ulang

Dalam LCC tersebut, SMAN 1 Pontianak menjadi pihak yang dirugikan setelah dewan juri menyalahkan jawaban Ocha, sementara sekolah yang memberikan jawaban serupa justru mendapat tambahan poin.

"Besok pimpinan Badan Sosialisasi dengan Kesekjenan akan terbang ke Pontianak," kata Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman dikutip dari Kompas.com, Senin (18/5/2026).

"Mudah-mudahan juga Adik Josepha, karena ini salah satu aspirasi dari teman-teman juga menginginkan agar Adik Josepha bisa menjadi duta LCC. Jadi besok, dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut, mudah-mudahan bisa diterima," tambahnya.

Kaburkan Jejak, Pembajak Buku Pakai Identitas Ganda Artikel Kompas.id

Akbar menjelaskan, tawaran tersebut belum berarti Josepha langsung ditetapkan menjadi duta LCC 4 Pilar. Menurutnya, MPR masih akan meminta kesediaan Josepha terlebih dahulu.

"Bukan penobatan, tapi akan kita sampaikan apakah yang bersangkutan berkenan," imbuhnya.

Baca juga: Said Akmal, MC Pria di LCC 4 Pilar Dipuji karena Bersikap Netral, Shindy dan 2 Juri Digugat

Dewan Juri LCC Sudah Dapat Sanksi Sosial

Selain membahas Josepha, Akbar juga menyinggung evaluasi terhadap dewan juri yang terlibat dalam polemik LCC 4 Pilar Kalbar. Ia mengatakan, para juri tidak akan lagi dilibatkan dalam kegiatan serupa setelah mendapat sorotan luas dari masyarakat.

"Termasuk mengevaluasi juri, tidak dilibatkan kembali. Oleh karena itu mungkin itu bisa menjadi jawaban terhadap kegiatan LCC yang sebelumnya menjadi kegaduhan di publik," kata Akbar, dikutip dari Kompas.com, Senin.

"Yang jelas sampai dengan hari ini, kami tidak ada pembahasan mengenai sampai kapan (di-blacklist dari juri LCC). Tapi, yang jelas karena ini sudah menjadi sanksi sosial di publik," sambung dia.

Baca juga: 3 Alasan Bima Yudho Minta Josepha Peserta LCC 4 Pilar MPR Kalbar Tolak Beasiswa ke China

MPR juga sudah menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait kontroversi final LCC 4 Pilar Kalbar. Oleh sebab itu, MPR berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba pada masa mendatang.

"Dengan beberapa adanya poin-poin yang sudah disampaikan dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, saya pikir sudah cukup untuk memberikan penjelasan kepada publik," imbuh Akbar.

"Sekali lagi, kami memohon maaf. Dan kami meminta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia agar pelaksanaan ini bisa berjalan dengan baik," kata Akbar. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved