Jumat, 22 Mei 2026

Berita Viral

Anggota DPRD Jember Viral Main Game saat Rapat karena Takut Sapi Virtual Kelaparan

Sosok dalam video tersebut diketahui merupakan anggota Komisi D DPRD Jember dari Fraksi Gerindra, Achmad Syahri As Siddiqi.

Tayang:
HO//tangkapan layar/ DPRD Jember
DPRD JEMBER VIRAL - Kolase tangkapan Layar anggota Komisi D DPRD Jember sedang main game saat Achmad Syahri main game, dan foto profil sebagai anggota DRPD Jember. 
Ringkasan Berita:

TRIBUNKALTIM.CO - Beredar video viral anggota DPRD Jember yang kedapatan bermain game sambil merokok ketika rapat resmi sedang berlangsung. 

Sosok dalam video tersebut diketahui merupakan anggota Komisi D DPRD Jember dari Fraksi Gerindra, Achmad Syahri As Siddiqi.

Aksi anggota DPRD Jember itu langsung menuai sorotan publik karena terjadi di tengah rapat dengar pendapat atau RDP yang membahas persoalan kesehatan masyarakat. 

Tidak sedikit warganet mempertanyakan etika seorang wakil rakyat yang justru sibuk bermain game saat forum resmi berlangsung.

Peristiwa tersebut terjadi di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jember, Jawa Timur, pada Senin (11/5/2026).

Baca juga: Achmad Syahri Akhirnya Minta Maaf Setelah Viral Main Game dan Merokok saat Rapat DPRD Jember

Video yang beredar memperlihatkan Achmad Syahri tengah memegang ponsel sambil merokok di ruang rapat berpendingin udara atau AC.

Forum tersebut membicarakan berbagai isu kesehatan penting di Kabupaten Jember, mulai dari campak, stunting, angka kematian ibu dan bayi atau AKI/AKB, hingga program Universal Health Coverage (UHC).

UHC merupakan program jaminan kesehatan yang memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan tanpa mengalami kesulitan finansial.

Rapat Bahas Isu Kesehatan, Legislator Malah Main Game

Rapat dengar pendapat tersebut dihadiri sejumlah instansi terkait. Mulai dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BPJS Kesehatan Jember, hingga perwakilan dari 15 puskesmas.

Namun di tengah berlangsungnya pembahasan berbagai persoalan kesehatan masyarakat itu, Achmad Syahri justru tertangkap kamera sedang memainkan game online sambil merokok.

Tak butuh waktu lama, video tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan menuai kritik dari publik. Banyak warganet menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang anggota dewan yang sedang menjalankan tugas.

Sorotan publik semakin besar setelah diketahui bahwa game yang dimainkan Achmad Syahri adalah Hay Day, sebuah game simulasi pertanian dan peternakan virtual yang cukup populer.

Penjelasan Fraksi Gerindra DPRD Jember

Menanggapi polemik yang berkembang, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, akhirnya buka suara. Ia mengaku langsung meminta klarifikasi kepada Achmad Syahri setelah video tersebut viral.

Hanan mengatakan dirinya sempat mempertanyakan alasan kadernya bermain game di tengah rapat resmi.

“Saya sempat bertanya, ‘Ra, kenapa main game?’” ujar Hanan menirukan percakapannya dengan Achmad Syahri pada Senin (18/5/2026).

Sapaan “Ra” sendiri merupakan kependekan dari “Lora”, sebutan hormat bagi anak kiai dalam tradisi pesantren di Jawa Timur dan Madura.

Menurut Hanan, Achmad Syahri mengaku jenuh karena rapat berlangsung cukup lama, yakni sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat waktu menunjukkan sekitar pukul 13.00 WIB, Achmad Syahri mengaku tiba-tiba teringat belum memberi makan “sapi-sapi” miliknya.

“Rapatnya kan mulai jam 10 sampai jam 2, Pak Ketua. Jam 1 saya lupa belum ngasih makan sapi-sapi saya,” kata Syahri seperti ditirukan Hanan.

Awalnya, Hanan mengira yang dimaksud adalah hewan ternak sungguhan. Namun ternyata, “sapi” yang dimaksud merupakan hewan virtual dalam game Hay Day yang sedang dimainkan Achmad Syahri.

“Sempat saya tanya, kok main game? Iya ketua itu rapatnya mulai jam 10 pagi sampai jam 2, terus jam 1 saya lupa belum memberi makan sapi-sapi saya. Ternyata sapi di gamenya itu belum dikasih makan,” ujar Hanan.

“Ya itu yang dikatakan beliau memberi makan sapi-sapinya di game tersebut, itu aja yang disampaikan ke saya,” lanjutnya.

Dapat Peringatan Keras dan Terakhir

Viralnya video tersebut membuat Fraksi Gerindra DPRD Jember bergerak cepat. Hanan Kukuh Ratmono menegaskan bahwa Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra pusat telah menjatuhkan sanksi kepada Achmad Syahri.

Menurutnya, sanksi yang diberikan berupa peringatan keras sekaligus peringatan terakhir.

“Secara prinsip Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Jember tegak lurus pada hasil keputusan MKP. MKP sudah menyampaikan putusannya adalah peringatan keras, dan terakhir,” tegas Hanan.

Ia memastikan fraksi tidak akan memberikan toleransi apabila tindakan serupa kembali terulang di kemudian hari.

Jika kembali melakukan pelanggaran disiplin atau etika, Achmad Syahri disebut bisa menghadapi konsekuensi yang jauh lebih berat, termasuk kemungkinan dicopot dari keanggotaan partai maupun posisinya sebagai anggota DPRD Jember.

Bagi Achmad Syahri yang dikenal sebagai salah satu legislator termuda di DPRD Jember, sanksi tersebut menjadi peringatan serius terhadap tanggung jawab moral dan etika sebagai wakil rakyat.

Ketua DPRD Jember Minta Maaf

Di tengah derasnya kritik masyarakat, Ketua DPRD Jember sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Jember, Ahmad Halim, turut menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf dan kita akan proses karena ini juga menyangkut etika lembaga,” ujar Ahmad Halim.

Ia memastikan kasus tersebut tidak berhenti pada teguran internal partai saja. Menurutnya, Achmad Syahri juga akan menjalani proses pemeriksaan etik melalui Badan Kehormatan DPRD Jember.

“Tentu prosesnya nanti akan kita proses di Badan Kehormatan,” tegasnya.

Badan Kehormatan DPRD sendiri merupakan alat kelengkapan dewan yang bertugas menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas anggota DPRD, termasuk menangani dugaan pelanggaran kode etik.

Akademisi Soroti Pentingnya Sidang Etik Terbuka

Kasus ini juga mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Dosen Fakultas Hukum Universitas Jember, Al Khanif, menilai polemik tersebut tidak seharusnya berhenti pada sanksi internal partai semata.

Menurutnya, karena kasus tersebut telah menjadi perhatian publik luas, DPRD Jember perlu menggelar sidang etik secara terbuka agar masyarakat mengetahui proses penegakan etik yang dilakukan lembaga legislatif.

“Mereka harus menggelar sidang etik dan dilakukan secara terbuka,” kata Al Khanif.

Ia menilai keterbukaan proses etik penting demi menjaga marwah atau kehormatan lembaga DPRD di mata masyarakat.

Selain itu, sidang etik terbuka juga dianggap dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik yang telah memberikan mandat kepada para anggota dewan.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul GEGARA Kasih Makan Sapi di Game Saat Rapat, Karir Politik Anggota DPRD Achmad Syahri Kini Terancam

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul TAKUT Sapi Virtualnya Kelaparan, Anggota DPRD Jember Terpaksa Main Game Saat Rapat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved