Berita Internasional Terkini
PHK Massal di Meta, 8.000 Karyawan Dipecat, Ini Penjelasan Perusahaan
Meta Platforms mulai melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 8.000 pegawai secara global.
Tahun ini, Meta berkomitmen menggelontorkan lebih dari 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.764 triliun) untuk investasi AI, bahkan total belanja modal perusahaan diperkirakan mencapai 125 miliar hingga 145 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.205 triliun - Rp 2.557 triliun).
Investasi besar tersebut digunakan untuk mempercepat pengembangan teknologi AI agar mampu bersaing dengan perusahaan seperti Alphabet dan OpenAI.
Namun, transformasi besar Meta menuju perusahaan berbasis AI disebut memicu keresahan internal. Sejumlah pegawai mengaku frustrasi dan cemas dengan perubahan yang terjadi.
Baca juga: Apa Itu WhatsApp Plus? Fitur Berbayar Baru dari Meta, Ini Penjelasan dan Harganya
Pada Rabu, kantor-kantor Meta diperkirakan sebagian besar kosong setelah perusahaan meminta pegawai bekerja dari rumah.
Menurut sejumlah pegawai, sebagian pekerja bahkan mulai mengambil camilan gratis dan charger laptop dari kantor pada awal pekan karena khawatir kehilangan pekerjaan sebelum akhir minggu.
Di dinding kantor, beberapa pegawai juga memasang poster berisi petisi untuk menghentikan program baru Meta yang melacak data pegawai untuk kebutuhan pelatihan AI.
Program tersebut menuai protes karena Meta disebut dapat mengumpulkan data sangat rinci dari perangkat pegawai, mulai dari tombol keyboard yang ditekan, gerakan mouse, hingga isi layar komputer.
Lebih dari 1.000 pegawai dilaporkan telah menandatangani petisi penolakan terhadap program tersebut. Sebagian pegawai lain juga menyampaikan kritik terhadap pimpinan perusahaan melalui forum internal.
Engineer Meta, Mack Ward, dalam posting internal yang mendapat lebih dari 2.000 tanda suka, menilai perkembangan AI saat ini perlu dipertimbangkan secara lebih hati-hati.
“AI itu seperti kereta barang yang melaju kencang, tapi masa depan belum ditentukan sepenuhnya. Belum terlambat untuk menginjak rem dan memikirkan bagaimana kita sebagai masyarakat ingin menghadapi ini,” tulis Ward.
“Bersuara memang tidak mudah, tapi ‘mudah’ bukan alasan kalian direkrut,” lanjutnya.
Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, juga mengakui banyak pegawai merasa cemas terkait masa depan mereka.
“Ada sangat banyak pegawai yang merasa cemas tentang masa depan mereka,” kata Bosworth dalam sesi tanya jawab internal.
“Semuanya buruk. Saya tidak akan mencoba mempermanis situasi ini,” lanjutnya.
Baca juga: Badai PHK di Meta, Perusahaan Induk Instagram dan Facebook Akan Pecat 8.000 Karyawan, Diganti AI
Tim Baru
Sebagai bagian dari restrukturisasi AI, Meta juga membentuk tim baru bernama Applied AI and Engineering yang dipimpin Wakil Presiden Engineering Maher Saba.
| Pentagon dapat Persetujuan Prabowo, Amerika Jadikan Bandara Kertajati Sebagai Pangkalan Hercules |
|
|---|
| Wabah Ebola di RD Kongo Tewaskan 131 Orang, WHO Tetapkan sebagai Darurat Global |
|
|---|
| Profil Global Sumud Flotilla dan Sumud Nusantara yang Dicegat Tentara Israel, 5 WNI Ikut Ditangkap |
|
|---|
| Eropa Terancam Krisis Minyak, Pasokan Global Menipis hingga 2027 |
|
|---|
| PM Benjamin Netanyahu Akui Pasukan Israel Hentikan Relawan Global Sumud Flotilla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260424_Meta-PHK-Karyawan.jpg)