Iran Vs Amerika Memanas
Perintah Langsung Mojtaba Khamenei, Larang Uranium Dikeluarkan dari Iran, Ini Alasannya
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dikabarkan mengeluarkan perintah langsung terkait uranium negeri tersebut.
Ringkasan Berita:
- Larangan ekspor uranium oleh Mojtaba Khamenei memperburuk jalan damai antara Iran dan AS.
- Negosiasi semakin rumit akibat saling curiga, blokade ekonomi, dan ancaman serangan baru.
- Meski buntu, opsi kompromi melalui pengawasan IAEA masih terbuka untuk menyelesaikan isu stok uranium.
TRIBUNKALTIM.CO - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dikabarkan mengeluarkan perintah langsung terkait uranium negeri tersebut.
Mojtaba Khamenei mengeluarkan larangan pengiriman uranium yang mendekati kadar senjata ke luar negeri.
Kebijakan ini langsung berbenturan dengan tuntutan utama Amerika Serikat (AS) dalam perundingan damai.
Baca juga: Intelijen AS Bongkar Iran Diam-diam Bangun Lagi Mesin Perang, Produksi Drone Tempur Dikebut
Langkah keras Teheran diprediksi memperumit proses negosiasi untuk mengakhiri perang yang pecah sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa uranium Iran harus keluar dari negara tersebut sebagai syarat wajib kesepakatan damai.
Sumber internal Iran menyebutkan, arahan Khamenei merupakan konsensus lembaga negara.
Presiden AS Donald Trump sendiri berkukuh agar uranium Iran harus dikeluarkan dari negara tersebut sebagai klausul wajib dalam kesepakatan damai.
Namun, pihak Iran memiliki pertimbangan keamanan yang berbeda, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (21/5/2026).
"Arahan Pemimpin Tertinggi, dan konsensus di dalam lembaga, adalah bahwa stok uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini," ujar salah satu dari dua sumber Iran yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada Reuters.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Disebut Hanya Luka Ringan, Pejabat Iran: Dia Akan Muncul Jika Waktunya Tepat
Bikin Pertahanan Iran Lemah
Para pejabat tinggi di Teheran meyakini, mengirim material nuklir tersebut ke luar negeri justru akan membuat pertahanan Iran melemah.
Sehingga, Iran lebih rentan terhadap serangan masa depan dari AS dan Israel.
Sebagai pemegang keputusan akhir dalam urusan penting negara, keputusan Mojtaba Khamenei ini menjadi posisi tawar yang sulit digoyahkan.
Hingga saat ini, Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan tanggapan resmi mengenai situasi tersebut.
Saling Curiga
Perang Iran saat ini memang sedang berada dalam fase gencatan senjata yang rapuh.
Perang tersebut sempat meluas ketika Teheran membalas serangan, disusul pecahnya pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
| Intelijen AS Bongkar Iran Diam-diam Bangun Lagi Mesin Perang, Produksi Drone Tempur Dikebut |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei Disebut Hanya Luka Ringan, Pejabat Iran: Dia Akan Muncul Jika Waktunya Tepat |
|
|---|
| Silang Pendapat AS dengan Israel Soal Situasi di Iran, Netanyahu Ingin Lanjutkan Perang |
|
|---|
| Amerika Serikat Kecolongan, Iran Nyaris Punya 11 Bom Nuklir, Teheran Sebut Untuk Tujuan Damai |
|
|---|
| Iran Bantah Rumor Kondisi Mojtaba Khamenei Operasi Plastik dan Kaki Palsu, Begini Kondisi Sebenarnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260309_MOJTABA-KHAMENEI.jpg)