Berita Ekbis Terkini
Risiko PHK Makin Besar, Rupiah Terus Melemah ke Level Rp17.796 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026) sore, berada di level Rp 17.796 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026) sore, berada di level Rp 17.796 per dolar Amerika Serikat (AS).
Angka ini turun 52 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.744.
Sepanjang perdagangan, rupiah sempat menyentuh titik terendah dengan pelemahan hingga 75 poin.
Menurut Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi, pelemahan ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan internal.
Baca juga: Rupiah Kembali Anjlok ke Rp17.793 per Dolar AS, Tembus Rp18.000 Tinggal Menunggu Waktu?
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 52 poin sebelumnya sempat melemah 75 point di level Rp 17.796 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.744," kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2026).
Ibrahim menyatakan, terdapat beberapa faktor yang membuat rupiah merosot, termasuk dari faktor eksternal.
Serangan militer AS terhadap lokasi peluncuran rudal di Iran Selatan menimbulkan kekhawatiran baru di pasar.
Geopolitik adalah istilah yang merujuk pada hubungan antara politik dan kondisi geografis suatu wilayah, termasuk konflik antarnegara.
Dimana, sentimen negatif terhadap ketidakpastian di Timur Tengah yang baru-baru ini terjadi yakni saat AS kembali melancarkan setangan terhadap lokasi peluncuran rudal di Iran Selatan menjadi salah satu sinyal kekhawatiran baru bagi pasar.
"Militer AS mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan untuk membela diri, dan bahwa gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku," kata Ibrahim.
Lebih jauh, tanggapan dari pemerintah Iran di Teheran terhadap serangan baru ini juga belum memberikan efek yang jelas.
Baca juga: Airlangga Bandingkan Rupiah Era 2004 hingga 2024, Sebut Kondisi Kini Lebih Terkendali
Kata dia, setiap aksi militer baru berpotensi mempersulit negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung antara AS dan Iran. "Terutama setelah Teheran berulang kali memperingatkan AS untuk tidak melakukan serangan lebih lanjut," kata Ibrahim.
Selain itu, pasar juga menyoroti isyarat yang disampaikan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini terkait kemajuan negosiasi dengan Iran.
Mereka mengklaim bahwa republik Islam tersebut akan menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya.
"Iran sebagian besar membantah rencana untuk melepaskan uraniumnya, meskipun laporan menunjukkan negara tersebut terbuka untuk negosiasi lebih lanjut mengenai aktivitas nuklirnya," kata dia.
| Rupiah Kembali Anjlok ke Rp17.793 per Dolar AS, Tembus Rp18.000 Tinggal Menunggu Waktu? |
|
|---|
| Update Harga BBM Pertamina Selasa 26 Mei 2026, Cek Tarif Pertamax di Seluruh Indonesia |
|
|---|
| Airlangga Bandingkan Rupiah Era 2004 hingga 2024, Sebut Kondisi Kini Lebih Terkendali |
|
|---|
| DEN sebut Pemerintah tengah Bahas Kebijakan Pembatasan BBM Subsidi dan Elpiji 3 Kg |
|
|---|
| Investor Masih Enggan Masuk, dari 118 WK Migas Baru yang Dibuka Tender, Baru 8 yang Terkontrak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260506_nilai-tukar-rupiah-melemah.jpg)