Makan Bergizi Gratis
Purbaya Pangkas Anggaran MBG Rp67 Triliun, BGN Kurangi Jadwal untuk Anak Sekolah
Pemerintah memutuskan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026 sebesar Rp67 triliun.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah memangkas anggaran BGN dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
- Pemberian makan dilakukan lima hari per pekan, dengan pengecualian untuk ibu hamil, menyusui, dan balita.
- Meski ada efisiensi, BGN memastikan MBG tetap berjalan.
TRIBUNKALTIM.CO – Pemerintah memutuskan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026 sebesar Rp67 triliun.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pemangkasan anggaran program MBG tahun 2026 tidak akan mengurangi komitmen pemerintah dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Efisiensi anggaran adalah langkah penyesuaian penggunaan dana agar lebih efektif tanpa mengurangi tujuan utama program.
Baca juga: BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Guru Bisa Laporkan Makanan Bau hingga Distribusi Terlambat
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyatakan pihaknya menghormati arahan Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Purbaya Yudhi Sadewa.
“BGN menghormati dan mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait langkah efisiensi anggaran negara,” kata Nanik kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Menurut Nanik, penyesuaian anggaran difokuskan pada belanja operasional agar penggunaan dana lebih tepat sasaran.
“Penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal,” katanya.
Baca juga: Kemenkeu Kembali Sunat Anggaran MBG, Purbaya: Jangan Nyalah-nyalahin MBG Lagi
Jadwal MBG Anak Sekolah Dikurangi Jadi Lima Hari
Pemerintah sebelumnya menyesuaikan anggaran MBG 2026 dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan selisih Rp67 triliun tersebut dialokasikan sebagai dana cadangan pemerintah.
Sebagai bagian dari langkah efisiensi, BGN mengurangi jadwal pemberian makan dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
“Tetap melakukan beberapa langkah penghematan, seperti melayani lima hari yang awalnya enam hari. Juga saat-saat libur sekolah tidak melakukan pelayanan MBG, kecuali untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” kata Dadan.
Baca juga: Anggaran Alutsista vs MBG, Menkeu Purbaya Pastikan Tidak Ada yang Dikorbankan
Arahan Presiden Prabowo
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penyesuaian tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan efisiensi dilakukan agar anggaran tetap tepat sasaran tanpa mengurangi kualitas layanan gizi.
“Penghematan tertentu sesuai instruksi presiden, sehingga dana Badan Gizi Nasional bisa dipakai lebih efektif dan efisien. Yang penting tetap memberi makan murid-murid sekolah,” ujar Purbaya.
BGN Tegaskan MBG Tetap Berjalan
Dalam APBN 2026, pagu resmi anggaran BGN tercatat sebesar Rp268 triliun.
| KPK: Triliunan Rupiah Anggaran MBG Mengendap di Yayasan dan Rekrutmen SPPG yang Tak Transparan |
|
|---|
| Pemohon Cabut Gugatan UU APBN Terkait Anggaran Makan Bergizi Gratis di MK, Ini Alasannya |
|
|---|
| Akui MBG Masih Banyak Masalah, Prabowo Akan Copot Siapapun yang Melanggar |
|
|---|
| KPK Awasi Ketat MBG Setelah ICW Lapor Dugaan Korupsi Sertifikasi Halal di BGN |
|
|---|
| KSP Dudung Sidak SPPG, Temukan Dapur MBG di Jakbar Banyak Belatung dan Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260512_KSP-Dudung-soal-temuan-mbg.jpg)