Kamis, 28 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Soal Isu Pembatasan Pertalite Mulai 1 Juni 2026, Begini Penjelasan Pertamina

Soal isu pembatasan Pertalite mulai 1 Juni 2026, Pertamina memastikan belum ada aturan resmi terkait pembelian BBM subsidi.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO/Syaifullah Ibrahim
ISU PERTALITE DIBATASI - (ilustrasi) Antrian kendaraan di SPBU Tanah Grogot, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (31/3/2026). Soal isu pembatasan Pertalite mulai 1 Juni 2026, Pertamina memastikan belum ada aturan resmi terkait pembelian BBM subsidi.(TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM). 

Ringkasan Berita:
  • Isu pembatasan Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar oleh Pertamina Patra Niaga.
  • Pertamina menyebut belum ada aturan resmi pemerintah terkait pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.
  • Masyarakat diimbau tidak mudah percaya informasi viral yang belum memiliki dasar kebijakan resmi.

TRIBUNKALTIM.CO - Isu pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite kembali ramai diperbincangkan di media sosial.

Narasi yang beredar menyebut aturan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Juni 2026 dan dikaitkan dengan pembatasan kendaraan berdasarkan kapasitas mesin.

Informasi itu pun memicu pertanyaan masyarakat mengenai kebenarannya, terutama bagi pengguna kendaraan yang selama ini masih menggunakan Pertalite.

Pertamina Tegaskan Informasi Tidak Benar

Baca juga: Akhirnya Terpaksa Pakai Pertamax? Pengamat Sebut Kelangkaan Pertalite Sinyal Penghapusan Bertahap

PT Pertamina Patra Niaga memastikan kabar pembatasan Pertalite mulai 1 Juni 2026 tidak benar.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan hingga saat ini belum ada arahan resmi dari pemerintah maupun regulator terkait pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan merek kendaraan atau kapasitas mesin.

“Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator,” ujar Roberth dalam keterangannya pada 23 Mei 2026.

Ia juga menegaskan pemerintah belum mengeluarkan aturan terkait pembatasan Pertalite untuk kendaraan tertentu.

“Sekali lagi kami tekankan, hingga saat ini tidak ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan,” katanya.

Daftar Mobil yang Disebut Tak Bisa Isi Pertalite

Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan unggahan yang menyebut mobil bermesin di atas 1.400 cc tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite mulai Juni 2026.

Dalam unggahan tersebut, tercantum sejumlah model kendaraan seperti Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Daihatsu Luxio, Toyota Yaris, Toyota Veloz, Honda City, Honda Mobilio, hingga Mitsubishi Xpander.

Narasi itu menyebut aturan baru akan diterapkan mulai awal Juni 2026 sehingga memicu kekhawatiran di kalangan pengguna kendaraan pribadi.

Namun, Pertamina memastikan informasi tersebut bukan kebijakan resmi pemerintah maupun perusahaan.

Baca juga: Modus Pengetap BBM Subsidi Pertalite di Sangatta, 4 Pelaku Dibekuk dan Ratusan Jerigen Disita

Pertamina Ikuti Kebijakan Pemerintah

Roberth menegaskan Pertamina sebagai badan usaha milik negara akan mengikuti setiap kebijakan resmi pemerintah terkait distribusi BBM subsidi apabila nantinya memang diterapkan.

“Pada prinsipnya Pertamina sebagai BUMN dan badan usaha/operator yang berada di bawah pemerintah akan mengikuti dan mengacu pada arahan pemerintah sebagai regulator,” ujar Roberth kepada Kompas.com pada 22 Mei 2026.

Hingga saat ini, masyarakat masih dapat membeli Pertalite sesuai ketentuan yang berlaku dan belum ada pembatasan baru berdasarkan jenis kendaraan maupun kapasitas mesin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved