Ibadah Haji 2026
Temuan Timwas DPR, Jemaah Haji tak Makan 9 Jam di Mina hingga Lansia Dilaporkan Drop
Temuan Tim Pengawasa (Timwas) Haji DPR, jemaah haji tak makan 9 jam di Mina hingga lansia dilaporkan drop.
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO - Dari pelaksanaan ibadah haji 2026 di Mina, Arab Saudi, ada temuan serius dari Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR.
Timwas Haji DPR RI menemukan sejumlah jemaah haji Indonesia tidak mendapatkan makanan hingga sembilan jam saat berada di tenda Mina.
Kondisi tersebut disebut berdampak pada kesehatan para jemaah lanjut usia (lansia) yang menjalani puncak rangkaian ibadah haji 2026.
Temuan itu diungkap Anggota Timwas Haji DPR RI, Selly Andriany Gantina, usai melakukan pemantauan langsung terhadap layanan yang diterima jemaah Indonesia selama berada di Mina.
Baca juga: Jemaah Haji Nekat Tidur di Luar Tenda, Kloter 1 Balikpapan tak Kebagian Tempat Istirahat di Mina
Sabtu (30/5/2026), Selly dalam keterangannya yang diterima menyebutkan, "Ada beberapa jemaah yang sudah sembilan jam berada di dalam tenda tidak mendapatkan fasilitas makan.
Akhirnya para lansia drop. Tentu saja ini menjadi perhatian dari DPR."
Menurut Selly, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele mengingat fase Mina merupakan salah satu tahapan paling berat dalam pelaksanaan ibadah haji.
Ribuan jemaah harus menjalani aktivitas ibadah dalam kondisi cuaca panas dan kepadatan tinggi sehingga kebutuhan konsumsi, air, serta layanan kesehatan menjadi faktor yang sangat krusial.
Karena itu, Timwas Haji DPR menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan jemaah, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan jemaah berisiko tinggi.
Ketersediaan Air Juga Disorot
Selain masalah konsumsi, Selly juga menyoroti pentingnya ketersediaan air bagi jemaah selama berada di Mina.
Menurutnya air tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kondisi fisik, tetapi juga untuk menunjang pelaksanaan ibadah, termasuk keperluan berwudhu.
Temuan di lapangan tersebut, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi serius agar persoalan serupa tidak kembali terulang pada penyelenggaraan haji tahun-tahun berikutnya.
Skema Tanazul
Sebagai solusi, Selly mendorong pemerintah mempertimbangkan penerapan skema tanazul bagi jemaah tertentu, khususnya mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.
Melalui skema tersebut, jemaah tidak diwajibkan menginap di Mina dan dapat kembali ke hotel di Makkah setelah menjalankan rangkaian ibadah yang diperlukan.
| Jemaah Haji Nekat Tidur di Luar Tenda, Kloter 1 Balikpapan tak Kebagian Tempat Istirahat di Mina |
|
|---|
| Jemaah Haji Termuda Asal Nunukan Suci Ramdani Ungkap Momen Haru Saat Wukuf di Arafah |
|
|---|
| Usai Lempar Jumrah, Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan Kembali ke Mekkah untuk Thawaf Ifadah |
|
|---|
| Sempat Overkapasitas, Tenda Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan di Mina Kini Dipastikan Aman |
|
|---|
| Tenda Mina Overkapasitas, Sejumlah Jemaah Haji Balikpapan Terpaksa Tidur di Luar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260531_wukuf-Arafah_ibadah-Haji-2026_Temuan-Timwas-DPR_Mina.jpg)