Minggu, 31 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

Temuan Timwas DPR, Jemaah Haji tak Makan 9 Jam di Mina hingga Lansia Dilaporkan Drop

Temuan Tim Pengawasa (Timwas) Haji DPR, jemaah haji tak makan 9 jam di Mina hingga lansia dilaporkan drop.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Instagram kemenhaj.ri
IBADAH HAJI 2026 - Suasana wukuf di Arafah yang diunggah di akun Instagram Kementerian Haji. Temuan Tim Pengawasa (Timwas) Haji DPR, jemaah haji tak makan 9 jam di Mina hingga lansia dilaporkan drop. (Instagram kemenhaj.ri) 

Ringkasan Berita:
  • Timwas DPR temukan jemaah tak makan hingga 9 jam di Mina.
  • Kondisi ini picu banyak jemaah lansia mengalami drop.
  • Ketersediaan air bersih untuk ibadah juga dikritisi.
  • DPR desak penerapan skema tanazul bagi jemaah rentan.
  • Kemenag kerahkan 19 mobil golf bantu evakuasi jemaah.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Dari pelaksanaan ibadah haji 2026 di Mina, Arab Saudi, ada temuan serius dari Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR.  

Timwas Haji DPR RI menemukan sejumlah jemaah haji Indonesia tidak mendapatkan makanan hingga sembilan jam saat berada di tenda Mina

Kondisi tersebut disebut berdampak pada kesehatan para jemaah lanjut usia (lansia) yang menjalani puncak rangkaian ibadah haji 2026.

Temuan itu diungkap Anggota Timwas Haji DPR RI, Selly Andriany Gantina, usai melakukan pemantauan langsung terhadap layanan yang diterima jemaah Indonesia selama berada di Mina.

Baca juga: Jemaah Haji Nekat Tidur di Luar Tenda, Kloter 1 Balikpapan tak Kebagian Tempat Istirahat di Mina

Sabtu (30/5/2026), Selly dalam keterangannya yang diterima menyebutkan, "Ada beberapa jemaah yang sudah sembilan jam berada di dalam tenda tidak mendapatkan fasilitas makan.

Akhirnya para lansia drop. Tentu saja ini menjadi perhatian dari DPR." 

Menurut Selly, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele mengingat fase Mina merupakan salah satu tahapan paling berat dalam pelaksanaan ibadah haji. 

Ribuan jemaah harus menjalani aktivitas ibadah dalam kondisi cuaca panas dan kepadatan tinggi sehingga kebutuhan konsumsi, air, serta layanan kesehatan menjadi faktor yang sangat krusial.

Karena itu, Timwas Haji DPR menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan jemaah, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan jemaah berisiko tinggi.

Ketersediaan Air Juga Disorot

Selain masalah konsumsi, Selly juga menyoroti pentingnya ketersediaan air bagi jemaah selama berada di Mina

Menurutnya air tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kondisi fisik, tetapi juga untuk menunjang pelaksanaan ibadah, termasuk keperluan berwudhu.

Temuan di lapangan tersebut, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi serius agar persoalan serupa tidak kembali terulang pada penyelenggaraan haji tahun-tahun berikutnya.

Skema Tanazul

Sebagai solusi, Selly mendorong pemerintah mempertimbangkan penerapan skema tanazul bagi jemaah tertentu, khususnya mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.

Melalui skema tersebut, jemaah tidak diwajibkan menginap di Mina dan dapat kembali ke hotel di Makkah setelah menjalankan rangkaian ibadah yang diperlukan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved