Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Balas Serangan Amerika Serikat, Negosiasi Damai Kian Buntu

IRGC mengumumkan telah menyerang sebuah pangkalan udara Amerika Serikat sebagai respons langsung terhadap aksi militer AS, Senin (1/6/2026).

Tayang:
Copilot
AS VS IRAN - Ilustrasi, Amerika Serikat (AS) dan Iran, di meja perundingan. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin (1/6/2026) mengumumkan telah menyerang sebuah pangkalan udara Amerika Serikat sebagai respons langsung terhadap aksi militer AS. Perdamaian makin jauh dari harapan. (COPILOT) 

Ringkasan Berita:
  • IRGC menyerang pangkalan udara AS sebagai balasan atas operasi militer Amerika di Iran selatan.
  • Negosiasi damai AS-Iran masih buntu, dengan isu nuklir, sanksi, dan konflik Lebanon menjadi hambatan utama.
  • Kuwait ikut terdampak setelah sistem pertahanan udaranya mencegat rudal dan drone di tengah eskalasi kawasan.

TRIBUNKALTIM.CO - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sebuah pangkalan udara Amerika Serikat pada Senin (1/6/2026).

Serangan ini disebut sebagai respons langsung atas operasi militer AS yang menargetkan menara telekomunikasi di Pulau Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Mehr melalui Anadolu, IRGC menegaskan bahwa setiap serangan lanjutan dari pihak AS akan dibalas dengan respons “berbeda dalam skala dan sifatnya.”

IRGC adalah singkatan dari Islamic Revolutionary Guard Corps, pasukan elite Iran yang memiliki peran besar dalam politik dan militer negara tersebut.

Baca juga: Iran Tegaskan Tak Percaya Janji AS, Hanya Setuju Kesepakatan Jika Hak Rakyat Sudah Direalisasikan

“Setiap serangan lebih lanjut akan memicu respons yang berbeda dalam skala dan sifatnya,” demikian peringatan IRGC, seraya menambahkan bahwa tanggung jawab atas eskalasi berikutnya berada di pihak Amerika Serikat.

Sementara itu, militer AS melalui Komando Pusat (Centcom) menyebut serangan mereka sebelumnya adalah “serangan bela diri” terhadap radar dan pusat kendali drone Iran di bagian selatan negara itu pada akhir pekan.

Centcom menyatakan, operasi tersebut merupakan respons atas penembakan jatuh pesawat nirawak MQ-1 milik AS yang disebut sedang beroperasi di wilayah udara internasional.

“Pesawat tempur AS dengan cepat merespons dengan menghancurkan pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan dua drone serang sekali pakai yang menimbulkan ancaman nyata bagi kapal-kapal yang melintas di perairan kawasan,” kata Centcom melalui platform X.

Centcom menambahkan bahwa AS akan terus melindungi aset dan kepentingannya selama gencatan senjata masih berlangsung.

Tak lama setelah itu, IRGC mengumumkan telah menargetkan “pangkalan udara tempat serangan itu berasal”, meski tidak menjelaskan lokasi pangkalan yang dimaksud.

Baca juga: Iran Ancam Tembak Kapal Militer yang Ikut Campur Urusan di Selat Hormuz

Kuwait Cegat Rudal dan Drone

Sebelumnya, militer Kuwait mengumumkan sistem pertahanan udaranya mencegat serangan rudal dan drone yang disebut sebagai serangan bermusuhan.

Menurut kantor berita negara Kuwait, KUNA, sirene peringatan sempat berbunyi di berbagai wilayah negara tersebut. Namun otoritas Kuwait tidak menjelaskan dari mana serangan itu berasal.

The Guardian mencatat bahwa sistem pertahanan udara Kuwait aktif mencegat rudal dan drone pada Senin, sementara negara itu menjadi lokasi salah satu pangkalan utama militer Amerika Serikat di kawasan.

Baca juga: AS Optimistis Capai Kesepakatan dengan Iran, Trump: Pelan tapi Pasti Kita Dapat yang Diinginkan

Negosiasi AS-Iran Masih Buntu

Pertukaran serangan terbaru terjadi ketika negosiasi antara Washington dan Teheran masih menemui jalan buntu.

AFP melaporkan bahwa pembicaraan selama beberapa pekan belum menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang maupun membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi pasokan minyak dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved