Selasa, 2 Juni 2026

Berita nasional Terkini 

Siapa Fabiola Elizabeth? Eks Artis yang Jadi Tersangka Love Scamming di Solo, Ini Perannya

Sosok Fabiola Elizabeth, mantan artis yang jadi tersangka love scamming dari sindikat internasional yang beroperasi di Solo. Ini perannya

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Dok Polda Jateng via TribunJateng.com
LOVE SCAMMING SOLO - Fabiola Elizabeth, mantan artis yang jadi tersangka kasus love scamming. Kanan: Situasi praktik penipuan online modus pig butchering yang diungkap Petugas Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah. Sosok Fabiola Elizabeth menjadi salah satu dari 38 orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jateng dalam penipuan online love scamming ini. (Dok Polda Jateng via TribunJateng.com) 

Ringkasan Berita:
  • Mantan artis Fabiola Elizabeth jadi tersangka love scamming.
  • Berperan sebagai model video call untuk mempercaya korban.
  • Sindikat raup Rp 41,1 miliar dari 133 korban WNA.
  • Modus pig butchering lewat investasi kripto palsu.
  • 38 tersangka diamankan di Sukoharjo beserta barang bukti.
 

 

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang mantan artis dan model Fabiola Elizabeth menjadi tersangka love scamming atau pig butchering. 

Diduga Fabiola Elizabeth masuk dalam kasus penipuan online dari jaringan internasional bermodus love scamming atau pig butchering yang beroperasi di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo

Sosok Fabiola Elizabeth diketahui adalah mantan istri Reza SMASH.

Dalam kasus ini, menurut Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Fabiola Elizabeth disebut berperan sebagai model yang bertugas meyakinkan para korban melalui panggilan video.  

Baca juga: Love Scamming Itu Apa? Viral 38 Pelaku Love Scam Ditangkap di Bali Sasar Warga AS, Ini Modusnya

Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol Himawan Susanto Saragih mengatakan, Fabiola Elizabeth termasuk satu dari 38 tersangka yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut. 

Menurut polisi, sindikat itu menyasar warga negara asing, terutama dari Amerika Serikat, dengan membangun hubungan emosional melalui media sosial dan aplikasi kencan sebelum menawarkan investasi palsu.  

Untuk meningkatkan kepercayaan korban, para pelaku menggunakan sosok perempuan yang tampil dalam panggilan video, termasuk Fabiola.  

"Para pelaku yang berperan sebagai marketing mencari korban melalui berbagai platform.

Sementara F bertugas melakukan video call agar korban semakin percaya," ujar Himawan seperti dilansir Tribun Jateng, Selasa (2/6/2026).

Raup Rp 41,1 Miliar dari Ratusan Korban

Polisi menyebut jaringan tersebut telah beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026.

Dalam kurun waktu itu, mereka diduga menipu sedikitnya 133 korban dengan total keuntungan mencapai 2,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 41,1 miliar.

Modus yang digunakan adalah pig butchering, yakni penipuan yang diawali dengan pendekatan emosional kepada korban.  

Setelah hubungan dianggap cukup dekat, korban kemudian diarahkan untuk berinvestasi melalui platform perdagangan aset kripto yang telah dimanipulasi.  

Korban yang percaya akhirnya mentransfer sejumlah dana dengan harapan memperoleh keuntungan besar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved